Tuah Wanita Bali - Kebahagiaan saat Memberi
LAKI-LAKI menjadikan wanita sengsara, anak membuatnya bahagia. Sungguh? Betapa menyesakkan kisah ini, tapi ia bisa menjadi ungkapan dari zaman ke zaman: anak lebih dibutuhkan oleh...
Foto Prof. Bagus menerima Hadiah Sastera Rancage 1999[/caption]
Banyak hal lain dibahas dalam buku tebal ini, tentunya. Bagian favorit saya ketika ada terselip kisah-kisah tentang Gus Dur dari buku ini membuat saya ngakak.
Suatu hari Pak Ayip ke Kairo. Diantarlah oleh Fudoli Zaini, teman Gus Dur ketika belajar di Universitas Al-Azhar. Fudoli Zaini yang sedang berusaha menyelesaikan S3 itu lantas berkata pada pak Ayip, katanya, "Sayang Saudara Ayip tidak datang bulan lalu?"
"Mengapa?"
"Kalau datang bulan lalu niscaya bertemu Gus Dur. Dia mampir dan sempat mengadakan pertemuan dan berbicara dengan kawan-kawan disini," katanya.
"Oh, ya? Apa yang dia bicarakan?"
"Katanya, untung dia tidak terus belajar di Azhar sehingga sekarang bisa jadi orang," jawab Fudoli.
"Maksudnya apa?"
"Maksudnya ya... saya ini bukan orang."
Buku ini saya dapat 10 tahun lalu, diterbitkan dalam menyambut Bapak Ayip Rosisi 70 tahun, 31 Januari 2008. Kemarin menjelang 80 tahun usia beliau, beliau masih aktif hadir berdiskusi ke Perpustakaan Nasional, dan menulis ini itu.
Ironis memang, dan terasa nendang judul buku ini di tengah heboh berita orang bergelar berjejer kok nyontek, plagiat.
Jangan-jangan benar mungkin dawuh Gus Dur, kalau mau jadi orang, tak usah tamatkan kuliah? (T)
Catatan Harian 4 Februari 2018
LAKI-LAKI menjadikan wanita sengsara, anak membuatnya bahagia. Sungguh? Betapa menyesakkan kisah ini, tapi ia bisa menjadi ungkapan dari zaman ke zaman: anak lebih dibutuhkan oleh...
BANYAK dari kita geli melihat seorang biker begitu sayang pada sepeda motornya. Setiap pagi dilap, dielus, ditepuk-tepuk. Malam sebelum tidur dilihat lagi, dilap, dielus lagi. Sea...
PAGI-PAGI di awal Juli aku ditelepon dramawan Putu Satria Kusuma. “Ole, Yudane sedang di Singaraja, tolong temani dia. Aku lagi di Denpasar,” kata Putu tentu dengan gaya bicara yan...
KITA bangsa yang pendek ingatan. Apa boleh buat. Sampai tingkat tertentu, dalam berkomunikasi pun tak ketinggalan kita memilih cara-cara ringkas. Bahkan jika itu harus dengan menyi...
KALAU sedang rikuh, kalau sedang tak kuat menahan pusing karena televisi terus saja menayangkan cerita-cerita seram, maka marilah kita mencoba mengingat satu sosok: Ibu. Kita akan...
Cerpen: I Putu Supartika TIDAK ada yang tahu sejak kapan pura kecil di tengah sawah itu berdiri. Yang pasti orang-orang di sekitar pura tahu pura itu sudah ada sejak kelahiran mere...
HIRUK-PIKUK perhelatan akbar sepakbola yang begitu menyedot antusiasme dunia dalam sebulan terakhir usai sudah. Piala Eropa (Euro) dan Copa America Centenario 2016 berakhir dengan...
PERNAH jadi trend sebuah berita bahwa ada sekolah di Kabupaten Gianyar yang hanya punya satu orang siswa kelas VI. Banyak kalangan berpendapat, dan tidak sedikit menyoroti bahwa in...
PESTA Kesenian Bali (PKB) ke-38 tahun 2016 berakhir. Banyak pentas seni lewat begitu saja, tapi banyak juga meninggalkan bekas dan kesan di hati sejumlah orang. Para seniman, terut...
WANITA itu terlihat pasrah. Matanya terpejam. Seolah bersiap melepaskan ruh dari raganya yang telah mati. Bagian bawah tubuhnya mengelupas, menjelma serpihan-serpihan tembaga. Itul...