Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar
10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi pada tulisan. Satu kolom pada...
Para perupa B to B di Komaneka. /Foto: Santana ja Dewa[/caption]
I Made Susanta Dwitanaya, kurator pameran menjelaskan sepuluh perupa berpameran bersama adalah pembuktian bahwa mereka memperlihatkan semangat dan kesadaran untuk terus menggerakkan dan memupuk kebersamaan mereka dalam aktivitas kreatif bersama.
Melalui pameran ini, disamping dapat dimaknai sebagai sebentuk perayaan dari kebersamaan dan persahabatan kreatif antar perupa yang berasal dari dua wilayah yang berbeda yakni Bali dan Batu , pameran ini juga bisa dimaknai sebagai momentum bagi para apresiator untuk melihat capaian-capaian kreatif dari masing masing perupa dari dua wilayah yang berbeda ini.
Hal ini menjadi sebuah momentum untuk terjalinnya dialog kreatif dan ajang sharing gagasan dari masing masing perupa kepada publik seni rupa di Bali. Melalui pameran ini kita sebagai publik seni rupa Bali dapat melihat dan menyimak sebagian perkembangan dan pergulatan kreativitas seni rupa di Batu , demikian pula dengan para perupa Batu pameran ini adalah ajang bagi mereka untuk mempresentasikan gagasan gagasan dan capaian kreatif mereka kehadapan publik dan apresiator seni rupa di Bali.
Dalam konteks wacana seni rupa kontemporer hal ini tentu saja menjadi salah satu hal yang menarik sebab pameran ini menyajikan peristiwa untuk melihat bagaimana perkembangan seni rupa hari ini yang terpresentasikan dalam karya-karya para perupa yang tampil dalam pameran ini yang menyajikan keberagaman gagasan dan olah visual masing-masing perupanya.
[caption id="attachment_5379" align="aligncenter" width="580"]
Para pengunjung pameran B to B di Komaneka, Ubud[/caption]
Nyoman Sujana Kenyem menampilkan karya-karya termutakhirnya yang sebagian besar menghadirkan objek objek ranting pohon pada karya. Garis pada karya- karya Wayan Suastama terkadang hadir sebagai latar belakang (background) karya-karyanya berasosiasi pada suatu yang representatif semisal hujan ataupun secara artistik terlihat sebagai penegas dari gerak.
Sementara perupa lain adalah I Putu Bonuz Sudiana, I Ketut Suasana Kabul, Diwarupa, Suwandi Waeng, Bambang BP, Heri Catur Prasetya dan Rifa.
"Pameran B to B, paling penting bagi saya untuk dicatat dalam pameran ini adalah komitmen, kebersamaan, dan sikap yang terbuka dan cair yang memungkinkan terjadinya dialog. Kita diajak untuk melihat bagaimana perkembangan seni rupa dari dua wilayah yang berbeda di Indonesia," kata Susanta. (T)
10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi pada tulisan. Satu kolom pada...
SEKAA Dramatari Arja Sudhamala ini baru pertamakali pentas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Bahkan, sekaa kesenian tradisional Bali yang memadukan unsur drama, tari, dan nyanyi...
LAGU “A Salty Dog” oleh Procol Harum (1969), dengan lirik karya Keith Reid, adalah elegi tentang pelayaran terakhir, tentang manusia yang berangkat dengan keberanian, namun akhirn...
PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa kehadiran Presiden Prabowo Subianto sempat menimbu...
“Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama, dalam acara ‘NGERUMPI’: Ngobrol Se...
MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa. Apalagi ketika ia mulai berbicara dengan logat...
DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku diajari bahwa Barong adalah pelindung, bukan pemangsa....
Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang tua yang tak mau purnaMereka tak punya bat...
“Mari kawan bersama kita bekerja, bersihkan lingkungan….” ITU adalah penggalan tembang yang menjadi salah satu hal menarik dari pementasan kesenian janger tradisi d...