Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG
SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi orang tua Indonesia, terutama yang tumb...
Asehou Jayakatowan berkarya[/caption]
Seni dan Kehidupan
Seniman kelahiran Brebes, Jawa Tengah, pada mulanya terjun menekuni seni rupa sebagai seorang pelukis semenjak 2014 tatkala membuat lukisan berukuran 90 x 120 cm. Ada teman yang menyarankannya berpartisipasi pameran di sebuah gallery nasional.
Dari sana ia bertemu dengan kurator Kus Indarto. Semenjak dari sana serius menjalankan kesenirupaan. Pameran, pameran dan pameran. Ia kerap ikut terlibat didalamnya. Tapi baginya, untuk maju, ada sebuah ekspektasi berpameran di luar Banten agar bisa membuka diri dan bertemu dengan seniman top lainya.
Penikmat seni mempunyai pilihan masing-masing ketertarikan akan seni lukis sesuai dengan yang mereka suka. Karya Asehuo lebih spesifik penikmatnya adalah dari kalangan spiritual.
Dalam berkarya, sebelum melukis, ada ritual khusus yakni puasa terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan menjaga asa batiniah dan jiwa agar stabil. Banyak yang terkesan dari karyanya. Teknik dan detail berbeda dari lainnya. Karakter inilah modal besar seorang Asehuo. Sampai sekarang teknik dan karakter lukisannya masih dipertahankan, seperti menulis huruf latin lekuk-lekuk tapi juga terarah jadi sebuah bentuk yang mengesankan. (T)
SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi orang tua Indonesia, terutama yang tumb...
MENGUNJUNGI Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, yang terkenal dengan adat dan budaya yang unik, bagi publik akademik di kalangan kampus, bukan hanya untuk tujuan wisata, na...
PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara yang serbacepat. Demi menghemat ene...
“Dini lade Pak Ngurah Rai nginep ajak pasukanne. Likangi ada, dini ada. Kak sing nawang, nak teka peteng. Di kenkenne, semengan ada bedik jumah. Nak, mekaad peteng, teka peteng. K...
Ketika diumumkan lomba dimulai, suasana ruangan mendadak dipenuhi suara riuh, sorak-sorai dan tepuk tangan sebagai dukungan dari penonton, suporter atau rekan satu hotel ataupun s...
JANGAN sepelekan tradisi menganyam. Seniman Bali, I Ketut Putrayasa membawa tradisi anyaman itu mendunia. Ia dipercaya membuat empat patung yang akan dijadikan ikon kampus di Turk...
PEED Aya atau Pawai Budaya dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 akan hadir dengan wajah baru yang lebih dinamis dan atraktif. Pertunjukan seni berjalan ini...
KEMAJUAN teknologi digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi, memperoleh informasi, dan belajar. Dalam hitungan detik, seseorang dapat mengakses berbagai sumber pengetahua...
DERAP langkah beranjak naik, kain tirai perlahan mulai disingkapkan, lalu dengan segera bunyi-bunyian kendang, tembang dan segala perangkat kesenian jaranan, bergema meneror kedua...
LANGIT biru di atas pantai dan laut, di daerah Peninsula Island, Nusa Dua, Bali, dipenuhi warna-warni layang-layang yang menari mengikuti hembusan angin laut, Minggu 7 Juni 2026....