Fajar Ramadan# Puisi-puisi: Kereta Waktu, Setelah Dunia Selesai

Fajar Ramadan
by Fajar Ramadan — Desember 06, 2017 in Puisi

Tatkala.co
. KERETA WAKTU Dalam kereta waktu Adakah yang lebih menyakitkan Dari badai dan pohon-pohon yang pergi Rel-rel hanya tawarkan setasion demi setasion kematian Sementara aku bersiap menemuimu Dengan dada apa adanya; Daratan dan dataran yang kau temu Bila laut rasa-rasaku kering karena matamu Kan kemana ini kereta berangkat Menggaris bumi nelangsakah Di mana tiap luka ditetaskan waktu menjelma mawar mekar Dalam kereta waktu Pertobatan selalu tawarkan jasa Untuk pertemuan yang biasa saja Antara aku dan hampir dirimu 2017 UPACARA PENERIMAAN Rites Of Initiation – Mal Waldron Kulempar sebutir atom jiwaku Ke hampa ruang matamu Lalu meledak Begitukah semesta semestinya dicipta Sayang-sayangku 2017 [caption id="attachment_5122" align="alignnone" width="300"] Shadow, Nyoman Erawan [/caption] HAL-HAL BIASA DALAM UPACARA Memekar bunga-bunga terdengar dari sebutir waktu dan keheningan Seperti jerit-jerit manusia Ketika aku dalam melayang : Akar dari tiap keindahan Di legam jiwaku Binatang-binatang hitam tengah dipersiap Untuk alam raya Perlahan-perlahan cahaya menerobos Serupa ganih melengkapi tubuhku : Batang dari tiap keindahan Sebelum waktu menetas Tubuhku dewasa ini Dipilah jarum jam Dijelmakannya hal-hal janggal: Cinta dan pengembaraan Yang akhirnya muncul sebagai buah Dipetik tuhan Busuk atau hampir busuk 2017 SETELAH DUNIA SELESAI You – Mal Waldron Pada hari keenam, katanya Tapi, seluruh dirimu telah mengitari cerlang mataku Semenjak kau ledakkan jiwa di sana Semesta mulai bekerja Tahun-tahun hanya menjaga gaung Selama kita bersepakat Aku semesta dan kau penghuninya Baru kali ini kau sebebas itu Kau milih bumi—jiwaku, Seperti turunan Adam Kau cerabuti rumput dan pohon menjulang Kau keruk tubuh gunung lalu menengelamkannya ke laut Akhirnya petang tak berjangkrik Malam matang tak berlolong anjing Pagi gigil tanpa burung becericit Siang gersang tanpa apel di tanah Sementara kebisuanku Ingin katakan telah kuberi segala nikmat padamu Tapi apa yang berharga dari semua itu Meski kau tengah ada di dalam mataku—jiwaku 2017 KESENDIRIAN The Seagulls Of Kristiansund- Mal Waldron Kesendirian Tiba untuk tumbuhkan sayap-sayapku lagi Karenakepergianmu dan tempo lamban Lagu kesukaanmu berangsur dikultuskan tuhan Aku tiba di atas laut lepas yang badai Kulihat diriku penuh bulu putih yang kuyup Dan tubuhku tak pernah tahu kali ini mesti melayang Ketika aku tak tahu cara mengepak Hanya tahu membentang sayap Dan menahan lapar luar biasa Setiap ingin kusebut namamu Angin yang risau senantiasa membuatku goyah Setiap aku hampir menyebut seluruh namamu Tubuh ini tenggelam dan hampir tengggelam Di lahap laut, terjerembab badai aduhai Saat aku hampir mati di tubuh laut Selalu kubayangkan diriku ini camar Melayang melewati laut berbadai Menuju kekediamanmu yang rahasia itu Sekedar menyebut namamu Dan utarakan pertobatan Meski perasa-perasaku mati duluan 2017 MUSIK UNTUK HARI ITU Walzt for Marianne Kuajak kau ke taman Dengan musik alam Yang dimainkan waktu Kugadaikan seluruh tubuhku Pada nada dan temponya Tiba tubuhku berbulu putih Dan kakiku bercakar Tiba tubuhmu berbulu hitam Mirip angsa semisal diriku kini Kulingkarkan leherku pada lehermu Lalu kutumpaki punggungmu Kau menjerit girang. Namun, setelah diri kita Melepas kebahagian itu Aku merasa seperti pohon Menanggalkan daunnya Tak ada lagi harga Dari semua itu Kita bertatapan merasa Ada yang merabas dari mata Kita begitu nelangsa bukan Seperti lagu alam ini Yang hilang pendengarnya Selamanya 2017 LADANG KAPAS In the Land of Clusters – Mal Waldron Angin berlari kencang Dan kita yang beridiri di ini ladang Menatap kapas matang berjatuhan Semacam hujan yang lembut. Aku dan hampir kamu Berkata Itukah jiwa kita Yang pergi Banyak dan sakit. 2017 SETELAH SENDIRI All Alone – Mal Waldron Ada jerit pertobatan di tengah kota mati Penyair dan penari itu tenggak banyak kesedih Berserah pada lagu yang didengungkan tuhan Mereka gerakkan tubuh kasar dan lembutnya Mereka menulis kata dan menyalakkannya Semisal anjing najis menentang langit yang merah Tapi, ketika semua selesai Lihat di hati kita Siapa yang mati dan hampir mati Siapa yang mengantar tubuhmu Dan memakamkannya di dada Kita sendiri lagi 2017
Tag: Puisi
Avatar

Fajar Ramadan

Related Posts
Cerpen

Gabriela

BY Putri Handayani Juli 03, 2016

Cerpen: Putri Handayani   “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...

Read More
Cerpen

Wanita Senja

BY Satia Guna Juni 25, 2016

Cerpen: Satia Guna                Sebutlah aku wanita, mahluk yang menikmati penderitaan dengan berbagai macam rasa sakit. Sebutlah aku tanah, yang selalu diinjak tanpa menerima r...

Read More