Buku, Gaya Hidup, dan Keterasingan...
HARI ini sama seperti hari-hari lalu. Seperti biasa aku membaca buku sebelum berangkat kuliah. Di kos yang sempit, panas, dan berdebu. Kos yang selalu kotor dengan puntung kretek b...
Shadow, Nyoman Erawan [/caption]
HAL-HAL BIASA DALAM UPACARA
Memekar bunga-bunga terdengar
dari sebutir waktu dan keheningan
Seperti jerit-jerit manusia
Ketika aku dalam melayang
: Akar dari tiap keindahan
Di legam jiwaku
Binatang-binatang hitam tengah dipersiap
Untuk alam raya
Perlahan-perlahan cahaya menerobos
Serupa ganih melengkapi tubuhku
: Batang dari tiap keindahan
Sebelum waktu menetas
Tubuhku dewasa ini
Dipilah jarum jam
Dijelmakannya hal-hal janggal:
Cinta dan pengembaraan
Yang akhirnya muncul sebagai buah
Dipetik tuhan
Busuk atau hampir busuk
2017
SETELAH DUNIA SELESAI
You – Mal Waldron
Pada hari keenam, katanya
Tapi, seluruh dirimu telah mengitari cerlang mataku
Semenjak kau ledakkan jiwa di sana
Semesta mulai bekerja
Tahun-tahun hanya menjaga gaung
Selama kita bersepakat
Aku semesta dan kau penghuninya
Baru kali ini kau sebebas itu
Kau milih bumi—jiwaku,
Seperti turunan Adam
Kau cerabuti rumput dan pohon menjulang
Kau keruk tubuh gunung lalu menengelamkannya ke laut
Akhirnya petang tak berjangkrik
Malam matang tak berlolong anjing
Pagi gigil tanpa burung becericit
Siang gersang tanpa apel di tanah
Sementara kebisuanku
Ingin katakan telah kuberi segala nikmat padamu
Tapi apa yang berharga dari semua itu
Meski kau tengah ada di dalam mataku—jiwaku
2017
KESENDIRIAN
The Seagulls Of Kristiansund- Mal Waldron
Kesendirian
Tiba untuk tumbuhkan sayap-sayapku lagi
Karenakepergianmu dan tempo lamban
Lagu kesukaanmu berangsur dikultuskan tuhan
Aku tiba di atas laut lepas yang badai
Kulihat diriku penuh bulu putih yang kuyup
Dan tubuhku tak pernah tahu
kali ini mesti melayang
Ketika aku tak tahu cara mengepak
Hanya tahu membentang sayap
Dan menahan lapar luar biasa
Setiap ingin kusebut namamu
Angin yang risau senantiasa membuatku goyah
Setiap aku hampir menyebut seluruh namamu
Tubuh ini tenggelam dan hampir tengggelam
Di lahap laut, terjerembab badai aduhai
Saat aku hampir mati di tubuh laut
Selalu kubayangkan diriku ini camar
Melayang melewati laut berbadai
Menuju kekediamanmu yang rahasia itu
Sekedar menyebut namamu
Dan utarakan pertobatan
Meski perasa-perasaku mati duluan
2017
MUSIK UNTUK HARI ITU
Walzt for Marianne
Kuajak kau ke taman
Dengan musik alam
Yang dimainkan waktu
Kugadaikan seluruh tubuhku
Pada nada dan temponya
Tiba tubuhku berbulu putih
Dan kakiku bercakar
Tiba tubuhmu berbulu hitam
Mirip angsa semisal diriku kini
Kulingkarkan leherku pada lehermu
Lalu kutumpaki punggungmu
Kau menjerit girang.
Namun, setelah diri kita
Melepas kebahagian itu
Aku merasa seperti pohon
Menanggalkan daunnya
Tak ada lagi harga
Dari semua itu
Kita bertatapan merasa
Ada yang merabas dari mata
Kita begitu nelangsa bukan
Seperti lagu alam ini
Yang hilang pendengarnya
Selamanya
2017
LADANG KAPAS
In the Land of Clusters – Mal Waldron
Angin berlari kencang
Dan kita yang beridiri di ini ladang
Menatap kapas matang berjatuhan
Semacam hujan yang lembut.
Aku dan hampir kamu
Berkata
Itukah jiwa kita
Yang pergi
Banyak dan sakit.
2017
SETELAH SENDIRI
All Alone – Mal Waldron
Ada jerit pertobatan di tengah kota mati
Penyair dan penari itu tenggak banyak kesedih
Berserah pada lagu yang didengungkan tuhan
Mereka gerakkan tubuh kasar dan lembutnya
Mereka menulis kata dan menyalakkannya
Semisal anjing najis menentang langit yang merah
Tapi, ketika semua selesai
Lihat di hati kita
Siapa yang mati dan hampir mati
Siapa yang mengantar tubuhmu
Dan memakamkannya di dada
Kita sendiri lagi
2017
HARI ini sama seperti hari-hari lalu. Seperti biasa aku membaca buku sebelum berangkat kuliah. Di kos yang sempit, panas, dan berdebu. Kos yang selalu kotor dengan puntung kretek b...
Musik baru adalah kesinambungan tradisi musik klasik, yang mewakili perintisan dan kreativitas dari musik klasik tersebut. Lagi pula, musik baru dapat merangkum elemen dari banya...
NYEPI merupakan hari raya umat Hindu yang diperingati setiap tahun. Menjelang tahun baru Saka, berbagai ucapan sudah dipasang dan dipajang di sepanjang jalan. Berbagai lembaga, o...
Rekan-rekan seniman, penikmat seni, kaum terpelajar, budayawan, dan hadirin sekalian. Perkenankan saya mengucapkan terima kasih kepada panitia “Festival Monolog 100 Putu Wijaya” y...
//Meong meong alih ja bikule/ Bikul gede gede / Buin mokoh mokoh /Kereng pesan ngerusuhin/Juk meng… Juk kul..// BEGITU lagu ‘Meong-meong’ mengalun lincah dan meriah di kalangan An...
Buku : Celia dan Gelas-Gelas di Kepalanya Penulis : Lugina W.G dkk Hal : 256 hlm ISBN : 978-602-391-147-9 Cetakan 1 : Mei 2016 Penerbit : DIVA Press MERAWAT tradisi, itulah...
PRAMOEDYA Ananta Toer menyatakan bahwa, Negara yang tidak tahu sejarah adalah negara budak, budak di antara bangsa dan budak bagi bangsa-bangsa lain. Sebab, sejarah sebagai guru da...
TEPUK tangan bersahutan usai tarian “Sesapi Ngundang Ujan” dipentaskan di atas panggung. Pandangan mata ratusan pengunjung di Bentara Budaya Bali masih terpaku pada bentangan layar...
KEMARIN sore Pekak Renes main ke rumah. Tumben lumayan rapi, bercelana panjang berkemeja putih, mirip Jokowi. Sambil ngopi ia bercerita kangin-kauh, mulai dari krisis ekonomi sampa...
ADA yang dilupakan oleh sebagian besar masyarakat Bali dalam menata pembangunan Bali, yaitu air. Air dalam sejarah peradaban Bali memiliki peran paling vital, baik secara spiritua...