Narasi Keriangan Indonesia di Festival Tepi Sawah
FESTIVAL Tepi Sawah yang digelar di Omah Apik, Pejeng, Gianyar, Bali, 4-5 Juni 2017, memang diniatkan untuk membawa pesan tentang kesadaran akan kelestarian lingkungan hidup. Namun...
Shadow, Nyoman Erawan [/caption]
HAL-HAL BIASA DALAM UPACARA
Memekar bunga-bunga terdengar
dari sebutir waktu dan keheningan
Seperti jerit-jerit manusia
Ketika aku dalam melayang
: Akar dari tiap keindahan
Di legam jiwaku
Binatang-binatang hitam tengah dipersiap
Untuk alam raya
Perlahan-perlahan cahaya menerobos
Serupa ganih melengkapi tubuhku
: Batang dari tiap keindahan
Sebelum waktu menetas
Tubuhku dewasa ini
Dipilah jarum jam
Dijelmakannya hal-hal janggal:
Cinta dan pengembaraan
Yang akhirnya muncul sebagai buah
Dipetik tuhan
Busuk atau hampir busuk
2017
SETELAH DUNIA SELESAI
You – Mal Waldron
Pada hari keenam, katanya
Tapi, seluruh dirimu telah mengitari cerlang mataku
Semenjak kau ledakkan jiwa di sana
Semesta mulai bekerja
Tahun-tahun hanya menjaga gaung
Selama kita bersepakat
Aku semesta dan kau penghuninya
Baru kali ini kau sebebas itu
Kau milih bumi—jiwaku,
Seperti turunan Adam
Kau cerabuti rumput dan pohon menjulang
Kau keruk tubuh gunung lalu menengelamkannya ke laut
Akhirnya petang tak berjangkrik
Malam matang tak berlolong anjing
Pagi gigil tanpa burung becericit
Siang gersang tanpa apel di tanah
Sementara kebisuanku
Ingin katakan telah kuberi segala nikmat padamu
Tapi apa yang berharga dari semua itu
Meski kau tengah ada di dalam mataku—jiwaku
2017
KESENDIRIAN
The Seagulls Of Kristiansund- Mal Waldron
Kesendirian
Tiba untuk tumbuhkan sayap-sayapku lagi
Karenakepergianmu dan tempo lamban
Lagu kesukaanmu berangsur dikultuskan tuhan
Aku tiba di atas laut lepas yang badai
Kulihat diriku penuh bulu putih yang kuyup
Dan tubuhku tak pernah tahu
kali ini mesti melayang
Ketika aku tak tahu cara mengepak
Hanya tahu membentang sayap
Dan menahan lapar luar biasa
Setiap ingin kusebut namamu
Angin yang risau senantiasa membuatku goyah
Setiap aku hampir menyebut seluruh namamu
Tubuh ini tenggelam dan hampir tengggelam
Di lahap laut, terjerembab badai aduhai
Saat aku hampir mati di tubuh laut
Selalu kubayangkan diriku ini camar
Melayang melewati laut berbadai
Menuju kekediamanmu yang rahasia itu
Sekedar menyebut namamu
Dan utarakan pertobatan
Meski perasa-perasaku mati duluan
2017
MUSIK UNTUK HARI ITU
Walzt for Marianne
Kuajak kau ke taman
Dengan musik alam
Yang dimainkan waktu
Kugadaikan seluruh tubuhku
Pada nada dan temponya
Tiba tubuhku berbulu putih
Dan kakiku bercakar
Tiba tubuhmu berbulu hitam
Mirip angsa semisal diriku kini
Kulingkarkan leherku pada lehermu
Lalu kutumpaki punggungmu
Kau menjerit girang.
Namun, setelah diri kita
Melepas kebahagian itu
Aku merasa seperti pohon
Menanggalkan daunnya
Tak ada lagi harga
Dari semua itu
Kita bertatapan merasa
Ada yang merabas dari mata
Kita begitu nelangsa bukan
Seperti lagu alam ini
Yang hilang pendengarnya
Selamanya
2017
LADANG KAPAS
In the Land of Clusters – Mal Waldron
Angin berlari kencang
Dan kita yang beridiri di ini ladang
Menatap kapas matang berjatuhan
Semacam hujan yang lembut.
Aku dan hampir kamu
Berkata
Itukah jiwa kita
Yang pergi
Banyak dan sakit.
2017
SETELAH SENDIRI
All Alone – Mal Waldron
Ada jerit pertobatan di tengah kota mati
Penyair dan penari itu tenggak banyak kesedih
Berserah pada lagu yang didengungkan tuhan
Mereka gerakkan tubuh kasar dan lembutnya
Mereka menulis kata dan menyalakkannya
Semisal anjing najis menentang langit yang merah
Tapi, ketika semua selesai
Lihat di hati kita
Siapa yang mati dan hampir mati
Siapa yang mengantar tubuhmu
Dan memakamkannya di dada
Kita sendiri lagi
2017
FESTIVAL Tepi Sawah yang digelar di Omah Apik, Pejeng, Gianyar, Bali, 4-5 Juni 2017, memang diniatkan untuk membawa pesan tentang kesadaran akan kelestarian lingkungan hidup. Namun...
MULAI Juni 2017, majalah remaja "Hai" menutup edisi cetaknya dan beralih ke medium digital. Satu lagi media cetak yang sudah cukup tua harus menyerah kalah, setelah sebelumnya ada...
SAYA, sebagai fans sejati Juventus, tidak akan sakit hati, karena pada akhirnya sepakbola tetaplah hanya sebuah permainan bin pertandingan yang ada kalah menangnya. Saya mungkin se...
“Awas, waspada, hati-hati, tukang gebeg lontar sedang beraksi di Bali. Jika tak ingin banyak tahu, cepat sembunyikan lontar Anda. Jika tak ingin sadar akan pentingnya warisan kekay...
INI perjalanan ke desa, seperti perjalanan gaib ke tanah leluhur. Bolehlah disebut berwisata, karena nikmat keindahan alam sungguh memanjakan mata. Tapi jika sempat termenung sedik...
HAMPIR semua pemeluk agama memvisualisasikan tuhan sebagai sosok laki-laki. Sebagian besar sebagai laki-laki yang berkharisma dan berwibawa. Ini merupakan wujud dari berjayanya ide...
JANGAN rendah diri sebagai bangsa dari timur yang begitu percaya mitos-mitos. Lha, di Eropa, belahan dunia yang konon amat modern, mitos tetap dijadikan rujukan untuk memprediksi f...
DARI namanya, Festival Tepi Sawah, kita tahu apa-apa saja yang ada, apa-apa yang disuarakan, pesan apa-apa saja yang disampaikan dalam festival itu. Tepi sawah, sebuah tempat yang...
SATU hal yang paling saya syukuri dari masa kecil saya adalah bertemu dengan kisah-kisah pewayangan. Saya rela berjalan kaki atau begadang untuk menyaksikan dalang yang nrek (penta...
BELAKANGAN ini disibukkan dengan berbagai peristiwa sosial, hukum, dan politik, yang berhubungan dengan NKRI. Semboyan Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda namun tetap satu, menjadi l...