Belajar Kesetiaan dari Anjing Bali
JANGAN mengaku setia kalau belum pelihara anjing bali. Jangan mengaku pecinta anjing kalau makan daging anjing. Jangan mengaku petugas peternakan kalau kerjanya membunuh anjing sem...
Atas dasar tersebut, apapaun yang dilakukan di luar kebiasaan orang tidaklah berarti bagi seorang yang sudah tidak suka. Parahnya lagi mengkritik bukan ranah kemampuannya, ada saja yang dibilang sepertinya suara burung yang berkicau tanpa nada dan bising.
Bercerminlah pada diri agar bisa melihat diri sendiri secara utuh. Instropeksi diri adalah cara mengolah ego dan emosi yang berujung pada ketenangan. Apresiasilah bila mana sahabat kita telah melakukan sesuatu sehingga kemunculan berkreativitas semakin produktif.
Cuma di sini perlu adanya sebuah kritik bukan berdasarkan suka dan tidak suka. Lebih elegan dengan cara ini mengkritisi seorang lebih damai. Bukan anti kritik, butuh kritik dalam setiap kegiatan berkreativitas hal itu sangat dibutuhkan sebagai penimbang.
Sejuk dalam menjalani kehidupan di jaman kontenporer melihat dua sisi muka (bercermin), gejolak emosional menilai sesuatu lebih berimbang tidak hanya berbicara tapi bisa dipertangungjawabkan pernyataan yang sudah diucapkan.
Memang sulit sekali mengontrol sebuah hegomoni di jaman serba cepat, paling tidak untuk mendapatkan sebuah rujukan hidup “mulat sarira”.
I Ketut Suasana seorang perupa mengapresiasi kegelisahannya melihat manusia sekarang yang bisanya hanya melihat satu muka, satu sisi. Perupa yang lebih dipanggil dengan nama Kabul ini mencari akar diri mengembangkan, menggapai tempat puncak dalam hidup.
Manusia mulai lupa mengenal dirinya sendiri secara utuh. Pengenalan pada dirinya akan lebih mudah mencari kelemahan dan kelebihan. Perenungan perjalann kehidupan baik buruk yang sudah terlewati menjadi sebuah perenungan ke masa depan lebih semarak penuh warna.
Dogma dan doktrin atas segala perbedaan adalah cara menumbuhkan “warna“ yang sudah digambarkan kembali pada akar pribadi masing-masing dalam menyikapi persoalan pelik itu.
Orang dengan mudah sekali terjun ke spektrum tersebut dengan dalih apapaun demi melampiaskan hegomoni semata. Mencari kesalahan tapi lupa akan kesalahan diri seperti pepatah bilang “gajah di pelupuk mata tak terlihat”.
Dalam karya-karya lukisnya, Kabul juga menyinggung soal kebisingan gedung terhormat dan dikatakan suci, keramat serta angker. Gedung rakyat yang penghuninya penuh dengan intrik gaduh lupa tupoksi. Bukannya hasil kinerja jadi kebanggan, malah ikut meramaikan kegaduhan tak ada hasilnya.
Tontonan kemewahan yang diperlihatkan secara drastis mengubah paradigma mereka. Tatkala kesadaran mereka lupa tanggungjawab mereka sebagai pelayan masyarakat, ketika itu terjadi menolak kesadaran diri. Setiap detik banyak sekali rasanya terlewati yang mahal adalah instropeksi diri. (T)
JANGAN mengaku setia kalau belum pelihara anjing bali. Jangan mengaku pecinta anjing kalau makan daging anjing. Jangan mengaku petugas peternakan kalau kerjanya membunuh anjing sem...
MAHASISWA baru, di mana pun, mau tak mau, akan mengawali “kuliah” dengan melakukan adaptasi dan pengenalan lingkungan kampus. “Kuliah” awal itu di Indonesia biasa disebut Ospek (Or...
TANGGAL tujuh belas Agustus adalah peringatan, perayaan, dan perenungan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Semua orang tahu itu. Pada tanggal 17 Agustus pada setiap tahunnya, sej...
KALAU seseorang dinilai bicara panjang lebar tetapi tak ada isinya, lazimnya orang itu disebut mengumbar omong kosong. Orang macam begini dianggap lebih buruk tinimbang seorang pen...
KAMPUS adalah tempat kaderisasi bagi para pemimpin bangsa dan negara. Di suatu negara kita mengenal adanya pemerintahan, pada umumnya pemerintahan diselenggarakan dan dijalankan ol...
“DENGAN melewati tahapan hidup dari Sudra menuju Wesya, dari Wesya menuju Satria, dari Satria menuju Brahmana, seseorang mencapai Moksha,” guru saya pernah berucap demikian suatu h...
UNTUK yang ketiga kalinya, saya menginjakkan kaki di Desa Mausamang Kiralela di Kecamatan Alor Timur, NTT. Bersahabat lebih dekat dengan desa ini membuat saya kecanduan untuk pergi...
ADA banyak cara merayakan Kemerdekaan. Seperti warga sekitar sungai Tukad Unda, Klungkung. Di situ, suasana 17 Agustus 2016 berbeda dari sebelumnya. Dari jembatan Tukad Unda terben...
Indonesia tanah airku Tanah tumpah darahku Di sanalah aku berdiri Jadi pandu ibuku ……. TIAP kali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya atau mencermati teksnya, saya selalu te...
MUNGKIN banyak yang belum tahu bahwa salah satu putra Buleleng ikut berperan dalam terbentuknya Republik Indonesia. Namanya, Mr. I Gusti Ketut Pudja. Dia menjadi satu-satunya waki...