Bulan Juni Milik Empat Presiden
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
Bersama dalam kebhinekaan dalam acara Sapanji Sasiliwangi di Jawa Barat[/caption]
Saya orang Bali yang tinggal sementara di Bandung. Acara itu membuat saya merasa berada di Bali. Dengan begitu, rasa rindu pulau Bali sedikit terobati setelah bertemu dengan warga Bali di acara ini.
Salah satunya yang datang langsung dari Bali, Ida Bagus Gede Made Wicaksana seorang musisi dan arsitek. Ia tergabung dalam Nyanyian Dharma dengan tembang hits Saraswati. Tentu saja akan meruap obrolan seputar kondisi terkini tentang Bali.
Dibalik kesenian yang disajikan, obrolan semakin asyik terutama kondisi Gunung Agung yang menyita perhatian publik. Hampir semua yang hadir menggunakan pakaian adat termasuk saya.
Pihak panitia mengkonfirmasi bahwa undangan diwajibkan menggunakan pakaian adat daerah berasal. Semarak warna-warni pakaian adat menjadi instalasi, sebagain besar undangan mendominasi pakaian adat Sunda.
Sementara panitia Galih Rakasiwi sibuk mempersiapkan gelaran acara. Dalam kesempatan berada di podium, berbiacara lantang tentang budaya sebagai benteng di tengah jaman kotenporer. Suara lantang menggelegar tempat acara ditutup dengan salam berbahasa Sunda.
Saya teringat diri saya sebagai pemuda. Pemuda adalah pelecut semangat untuk menjaga ruh dan jiwa Pancasila. Sebuah pertanyaan sekarang di mana peran pemuda di saat situasi yang jadi terasa agak genting seperti sekarang. Carut-marut seakan sengaja ditata, terpola, seakan seperti sebuah misi terselubung.
Isu majemuk ras, suka dan golongan sedikit saja dipelintir, hasilnya kegaduhan meluas. Bercermin dari sumpah pemuda yang sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa, pemuda menjadi garda terdepan menjaga keutuhan di dalam kemejukan.
Jati diri bangsa adalah budaya, sekarang pemuda enggan bahkan lupa atau sengaja lupa budaya daerahnya sendiri. Rapuh. Jaman kontemporer kalau tidak dibarengi dengan jati diri di tengah gerusan jaman, akan linglung ditelan jaman.
Pemuda adalah pandu metata kembali saat tanah airnya. Merangkai tali persudaraan mengimplementasikan nilai pondasi berbangsa dan Negara, baik Pancasila dan UUD 1945.
Sapanji Sasiliwangi – Mapag Seba Jagad Parahyang, adalah salah satu acara yang bisa memacu semangat pemuda untuk tetap menjaga kebhinekaan budaya yang meneguhkan jatidiri bangsa. (T)
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
īśāvāsyam idaṁ sarvaṁ yat kiñca jagatyāṁ jagat |tena tyaktena bhuñjīthā mā gṛdhaḥ kasyasvid dhanam || "Seluruh alam semesta ini, apa pun yang bergerak di dunia yang bergerak in...
ADA satu pemandangan yang hingga kini selalu mengusik. Seorang barista selesai meracik secangkir kopi, lalu menyadari ada kesalahan kecil. Mungkin ukuran gelasnya keliru, jenis su...
PADA tanggal 14 Juni 2026, saya mengikuti acara kolaborasi Grab Bali Nusra dengan Bali Book Party. Museum Pasifika Nusa Dua adalah lokasi acara diselenggarakan. Siang hari, ...
Kenapa jagat sosmed Bali semakin dijangkiti fenomena: Ngandang Nganjuh. Secara harfiah, istilah ini menggambarkan tindakan yang melintang (ngandang) dan mendorong atau memaksak...
PAGI saat Hari Suci Kuningan, sebagian keluarga sudah mengenakan pakaian adat sebelum fajar menyingsing. Sebagian lagi masih sibuk menata banten, memasak, atau menunggu anggota ke...
DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan jinak. Ia juga sangat menyayangi majikannya. Selain Ica...
KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk, mendesis,mencakar-...
"Gemerlap lampu Manhattan tidak pernah mampu menggantikan cahaya seekor kunang-kunang." KALIMAT itu memang tidak pernah ditulis secara harfiah oleh Umar Kayam dalam cerpennya S...
DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s Door.” Ditulis oleh Bob Dyl...