Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat
LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak tahu apa yang terjadi ke d...
Bersama dalam kebhinekaan dalam acara Sapanji Sasiliwangi di Jawa Barat[/caption]
Saya orang Bali yang tinggal sementara di Bandung. Acara itu membuat saya merasa berada di Bali. Dengan begitu, rasa rindu pulau Bali sedikit terobati setelah bertemu dengan warga Bali di acara ini.
Salah satunya yang datang langsung dari Bali, Ida Bagus Gede Made Wicaksana seorang musisi dan arsitek. Ia tergabung dalam Nyanyian Dharma dengan tembang hits Saraswati. Tentu saja akan meruap obrolan seputar kondisi terkini tentang Bali.
Dibalik kesenian yang disajikan, obrolan semakin asyik terutama kondisi Gunung Agung yang menyita perhatian publik. Hampir semua yang hadir menggunakan pakaian adat termasuk saya.
Pihak panitia mengkonfirmasi bahwa undangan diwajibkan menggunakan pakaian adat daerah berasal. Semarak warna-warni pakaian adat menjadi instalasi, sebagain besar undangan mendominasi pakaian adat Sunda.
Sementara panitia Galih Rakasiwi sibuk mempersiapkan gelaran acara. Dalam kesempatan berada di podium, berbiacara lantang tentang budaya sebagai benteng di tengah jaman kotenporer. Suara lantang menggelegar tempat acara ditutup dengan salam berbahasa Sunda.
Saya teringat diri saya sebagai pemuda. Pemuda adalah pelecut semangat untuk menjaga ruh dan jiwa Pancasila. Sebuah pertanyaan sekarang di mana peran pemuda di saat situasi yang jadi terasa agak genting seperti sekarang. Carut-marut seakan sengaja ditata, terpola, seakan seperti sebuah misi terselubung.
Isu majemuk ras, suka dan golongan sedikit saja dipelintir, hasilnya kegaduhan meluas. Bercermin dari sumpah pemuda yang sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa, pemuda menjadi garda terdepan menjaga keutuhan di dalam kemejukan.
Jati diri bangsa adalah budaya, sekarang pemuda enggan bahkan lupa atau sengaja lupa budaya daerahnya sendiri. Rapuh. Jaman kontemporer kalau tidak dibarengi dengan jati diri di tengah gerusan jaman, akan linglung ditelan jaman.
Pemuda adalah pandu metata kembali saat tanah airnya. Merangkai tali persudaraan mengimplementasikan nilai pondasi berbangsa dan Negara, baik Pancasila dan UUD 1945.
Sapanji Sasiliwangi – Mapag Seba Jagad Parahyang, adalah salah satu acara yang bisa memacu semangat pemuda untuk tetap menjaga kebhinekaan budaya yang meneguhkan jatidiri bangsa. (T)
LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak tahu apa yang terjadi ke d...
ADA bunyi-bunyi yang hidup begitu lama di sekitar kita hingga akhirnya menghilang dari ingatan. Ia pernah hadir setiap hari, melintas di jalan-jalan kampung, menyelinap di antara...
DENPASAR – TATKALA.CO | Seniman-seniman dari Kabupaten Buleleng tampil dengan ciri khas Bali Utara pada Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 202...
Antara Takdir dan Kebebasan: Pertanyaan Tua yang Tak Pernah Usai Sejak manusia mulai bertanya tentang dirinya sendiri, satu pertanyaan selalu muncul: apakah hidup ini ditentuka...
Tari Siwanataraja selalu menjadi bagian penting dalam Peed Aya (Pawai Budaya) pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) setiap tahunnya. Tari yang disajikan secara megah dengan iringan...
“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you, baby ….” Ponsel Garu masih mengalunkan musik tersebut berulang-ulang di tengah hu...
JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya seperti temayang berpindah...
BULELENG – TATKALA.CO | “Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat memperkuat jati diri d...
Ida Kade Saka Rosanta, yang kerap dipanggil Gus Moyo memamerkan karya rupanya di Rumah Berdaya, jalan Raya Sesetan 280 Denpasar. Selain lukisan, Gus Saka juga memajang hasil ngebo...
SEJAK kapan sebuah kata harus tunduk pada makna yang kaku? Padahal, di tengah masyarakat, makna kata itu justru tumbuh dan meluas. Bagi seorang epigraf dan arkeolog, kata ...