Indra Andrianto# Puisi: Bait Pembunuh, Dosa yang Dihalalkan

Indra Andrianto
by Indra Andrianto — Oktober 29, 2017 in Puisi

Tatkala.co
. BAIT PEMBUNUH Kupaksakan merawat ingatku Perjuangan suara dan kemegahan pemikiranmu Tekadku ingin setara denganmu Kau lebih mulia bersama bait Bunga dan Tembok itu! Maka kupertegas bahwa aku sedang melawan lupa Bait-baitmu membunuh nafsu angkara nan angkuh Karena keadilan seperti mimpi bertemu orang baik di gedung megah itu! Baitmu berseru berisik sepeti guntur menyambar bumi Tetapi kau menjadi lenyap dan menghilang ditelan bumi Aku merawat ingatku, melawan lupaku! Singaraja, Januari 2017 SUARA Kemanakah suara-suara itu Menggerutu, menggertak, melawan dan menolak, Mereka semua di mana ? Bukankah kita setuju di antara hamba dan raja tak ada dusta mendustai Bah rupa srigala, berkulit bunglon, selicik heina Mungkin mereka sibuk bercumbu dengan rokok dan secangkir kopi penghibur Ataukah mereka berkasih dengan biduan berparas ayu bertemakan bulu merpati Kuharap di antara kita tak dijajah kebegoan sendiri Hanyut diperalat iblis dan Fananya dunia Bondowoso, Maret 2017 SURGA TAK MULUK-MULUK Rokok masih kuhisap Kopiku merayu manja untuk dicumbui Senyum ibu hadir setia seperti pagi Walaupun tak ada daging dan susu setiap hari Karena hidupku bukan singa di Taman Safari Kopi, rokok, dan senyum Ibu ! Itu senua surgaku yang tak muluk-muluk Namun mereka sering tak sadar diri. Jakarta, Juli 2015 ALIBI MENYEBALKAN Alibi paling menyebalkan Punya rasa suka lalu cinta Tetapi pura-pura tak mempunyai keduanya Kenapa memilih menyiksa diri? Lembang-Bandung, Juli 2015 DOSA YANG DIHALALKAN Kepada siapa aku meminta hakku sebagai rakyat Yang menyediakan kesejahteraan, keadilan dan kedamaian. Janji-janjinya hari ini menjadi iming-iming Mirip mitos yang tak punya bukti ilmiah Tuhan,aku mengeluh di atas kertas ini Kepada siapa aku harus meminta? Sedangkan yang engkau perantarai. Mampu menyulap dosa menjadi halal Singaraja, Oktober 2017
Tag: Puisi
Avatar

Indra Andrianto

Related Posts