Gabriela
Cerpen: Putri Handayani “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...
Drawing karya Nyoman Wijaya[/caption]
NUSANTARA adalah satu kesatuan peradaban maritim. Berbagai kitab historiografi peradaban Nusantara telah mencatat bagaimana segara atau laut adalah jalan penghubung lalu lintas manusia antar pulau di Nusantara. Pentingnya laut dalam peradaban Nusantara bukan terbatas pada aspek ekonomi sebagai jalur pelayaran dalam konteks perdagangan berbagai komiditi dari Nusantara ke Asia pada masa lampau namun juga sangat berpengaruh pada aspek budaya.
Berkuasanya dinasti Warmadewa di Bali pada masa Bali Kuno meninggalkan jejak-jejak tertulis di Blanjong Sanur pesisir selatan Bali. Demikian pula dengan Tejakula , desa di kawasan pesisir utara Bali ini oleh para ahli sejarah maupun arkeologi disebut sebagai salah satu pelabuhan yang penting di Bali.
Maka dalam frame kuratorial ini dipertemukanlah dua orang perupa yang sejak beberapa tahun terakhir intens menggali dan menjadikan Sanur maupun Tejakula sebagai dua lokus eksplorasi estetik mereka. Dua orang perupa tersebut adalah Dewa Gede Purwita dan I Nyoman Wijaya. Berdasarkan hasil pengamatan atas kecenderungan kekaryaan dua orang perupa ini maka tim kurator Guratinstitute mengajak kedua orang perupa ini untuk tampil bersama dalam satu ruang pameran dengan tajuk Laku Sisi Sagara, yang bermakna kreativitas di pesisir laut.
Laku Sisi Sagara adalah frame kuratorial yang mencoba mengajak Dewa Purwita dan Nyoman Wijaya untuk mempresentasikan hasil hasil interpretasi mereka sebagai perupa atas warisan budaya di dua pesisir Bali yakni Sanur di Bali selatan dan Tejakula di Bali Utara. Menilik apa yang dihadirkan dalam karya – karya dua orang Perupa ini terbaca dua pola pendekatan dalam menginterpretasi lokus riset visual masing masing.
Metode perwujudan karya dan cara presentasi kedua perupa ini pun berbeda namun ditautkan oleh satu teknik yakni drawing. Drawaing dalam dunia seni rupa kontemporer tentu saja menjadi salah satu pilihan teknis yang selalu menarik untuk dipersoalkan. Jika dalam seni rupa modern drawing kerap dimaknai sebagai karya rancangan atau karya studi yang terkait dalam proses penciptaan seni lukis, maka kehadiran karya drawing dalam seni rupa kontemporer dimaknai lebih luas.
Drawing bukan lagi karya studi, tapi drawing adalah karya final yang setara nilainya dengan seni lukis. Sebab dalam seni rupa kontemporer hirarki teknik dan medium sudah sedemikian cair bahkan runtuh dalam gelombang paradigma lintas batas seni.
Sehingga pendek kata kuratorial Laku Sisi Sagara ini adalah ruang – ruang presentasi gagasan perupa atas interpretasi mereka terhadap warisan budaya atau culture heritage, melalui pilihan bahasa ungkap visual masing masing perupa, yang didalamnya tentu saja menyangkut pilihan teknis, medium, cara ungkap maupun cara presentasi hingga muatan muatan kontekstual yang coba dihadirkan ihwal warisan budaya itu sendiri. (T)
Cerpen: Putri Handayani “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...
TIGA RAMU MENGKUDU Daun; Petiklah aku Tiga kepik muda Ramu padu dengan segenggam garam Dan tiga biji beras genggam Hingga padu resep moyang Hingga...
BAGAIMANA harus melukiskannya, sebagian besar anak kos (mahasiswa) memang dikenal selalu mumet dengan hiruk pikuk perekonomian. Dari media sosial, hingga sosial media, tahu perekon...
Bayangkan sebuah hutan hujan tropis dengan vegetasi yang hanya terdiri dari satu jenis pohon, atau sebuah partitur musik yang notasinya hanya tersusun dari nada ‘do’. Menjemukan se...
Saya salah satu penikmat tari. Saya lahir dari darah seorang ibu, yang dikala mudanya pernah menjadi Penari Zapin Melayu, di salah satu sanggar yang boleh dikata cukup tua di Ponti...
BEBERAPA bulan lagi, tahun akan segera berpindah. Bali punya acara spesial di tahun 2017 & 2018. Suksesi pemegang otoritas pemerintahan provinsi dan beberapa kabupaten di Bali...
MENJADI kota niscaya menjadi modern. Premis ini berlaku pada cara pandang yang menempatkan dua kutub berbeda antara kota dan desa. Desa diasumsikan berbau tradisional, kota identik...
PARA penggiat sastra dan teater di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, bersorak ketika dua penulis dari kota itu, Joko Sucipto (puisi) dan Arung Wardana (drama), lolos untuk tampil dala...
Cerpen: Satia Guna Sebutlah aku wanita, mahluk yang menikmati penderitaan dengan berbagai macam rasa sakit. Sebutlah aku tanah, yang selalu diinjak tanpa menerima r...
KABAR DARI ZWOLLE Kenalkan aku pada wangi musim gugur Di tengah pesta roti dan remah-remahnya Yang terbang mengitari sungai Lalu singgah di beranda penuh cerita &n...