I Putu Agus Phebi Rosadi# Puisi: Upas Tawun, Sepasang Bola Mata Penuh Cahaya

I Putu Agus Phebi Rosadi
by I Putu Agus Phebi Rosadi — Oktober 13, 2017 in Puisi

Tatkala.co
. UPAS TAWUN Kau akhirnya percaya Mimpi adalah pertanda Seekor gagak menikam jantung anakmu malam itu Sampai kini ia lemas tanpa daya Tapi akan kuberi satu rahasia Peruwat segala yang kau percaya Meski malam telah datang Sekarang pergilah ke ladang Susurlah pematang dengan berjalan ke belakang Sampai matamu berjumpa rerimbun daun Sintrong Petik lima kepik lalu tabur di atas piring Lumat dengan seiris gula kelapa, maka cukuplah Untuk mencampur dengan perahan jeruk nipis Beri anakmu seteguk itu Maka akan kembali semua tenaga Dan kau akhirnya percaya Mimpi tak selalu membawa tanda Karena bukan gagak yang menikam anakmu hingga lemas tanpa daya Tapi panas dalam yang menyumbat segala tenaga SEPASANG BOLA MATA PENUH CAHAYA Sebelum kita melengang papan Telah kusiapkan satu strategi agar terhindar dari mati Aku latih kuda melompat berlari Aku pasang sepuluh mata di tubuh perdana Berulang kali aku tempa mereka Agar kelak menjadi sepasang senjata rahasia Tapi bertatapan di antara papan Aku kembali merasa melawan sepuluh pasang mata Lihat haus mautku ini, Putu Seperti timba mencari telaga Segera waktu akan tiba Di mana bidakmu hanya berduka (kau mulai melepas bidak dengan serangan Larsen) Kupikir ini gerakan akan pecah dalam sepuluh langkah Tapi kembali kau membawa tipu daya yang sama Sepasang bola mata penuh cahaya Dan aku menatapnya Seperti berulang kali jatuh cinta Kemenangan kadang bermula Dari gerakan rahasia (Katamu dengan menggeser perdana menuju skak mat) Rajaku tak berdaya Maka kubiarkan saja ia mati sia-sia Kemudian kau tersenyum Betapa kemenangan Seperti kebahagiaan yang sering aku bayangkan Sehari sebelum natal tiba Aku mengenakan baju Santa Kau memelukku dan tertawa Sementara itu, bibirku mengusap keningmu MANTRA PENGUSIR TIKUS Kami menanam Bukan berarti berhak kau makan Tikus hama Hama tikus Pergilah kawanan tuan Kami menolak kehadiran Dengan empat benang merah di empat sudut petak sawah Tikus Hama Hama tikus Pergilah kawanan tuan Kami menolak kehadiran Dengan bubur beras terasi di atas daun madori Makanlah makan di lain ladang Sekawanan tuan sekalian Lenyap sekejap Tajamkan mantraku tajamkan Puh!
Tag: Puisi
Avatar

I Putu Agus Phebi Rosadi

Related Posts
Esai

KLAKSON

BY Hartanto Juni 20, 2026

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya sedang belajar stir mobil. Sebab, suara klak...

Read More