Mahasiswa Kos dan Mahasiswa Rumahan: Punya Galau Masing-masing
SUDAH banyak yang bicara soal mahasiswa kos atau bicara soal merantau. Mahasiswa kos yang memikul harapan orang tua sejauh ratusan kilometer dari rumah ke kampus demi cita-cita dan...
I Made Arya Dwita Dedok adalah satu perupa dari Bali yang mewakili Indonesia. Ia mengatakan, pameran ini penting karena aura berimajinasi akibat pikiran positif dan molekul-molekul pikiran, terasa asyik diajak berkarya. Rasa haus dalam diri dalam berkarya tumbuh seiring aura positif dipancarkan. “Bertemu rekan seniman lintas negara membuka cakrawala kesenirupaan antar perupa itu sendiri,” ujar Dedok.
Indonesia mengirimkan sebanyak 12 perupa. Selain I Made Arya Dwita Dedok yang menggandeng istrinya, juga seorang perupa Grace Tjondronimpuno. Perupa Bali lain yang sering berpameran luar negeri adalah I Ketut Lekung Sugantika. Tuan rumah Singapura mengikutkan partisipasi lebih dominan yakni 17 perupa. Sementara Malaysia paling sedikit menyertakan perupanya yakni sebanyak 6.
Dedok menambahkan pemeran seperti ini membuktikan bahwa sekat dan perbedaan tidak.jadi masalah justru satu hati karena lewat seni. Dalam pameran ini, gayung bersambut akan menjadi perayaan karya besar oleh perupa yang datang. Mereka berlatar belakang yang berbeda berkumpul melupakan egomoni negara berkalaborasi mengambil isu-isu nyata dalam hidup sehari-hari serta merespon sesuatu yang menarik dalam perhatianya.
Pameran ini benar-benar kalaborasi yang membumikan segala bentuk intrik masing-masing pembeda baik personal maupun negara. (T)
SUDAH banyak yang bicara soal mahasiswa kos atau bicara soal merantau. Mahasiswa kos yang memikul harapan orang tua sejauh ratusan kilometer dari rumah ke kampus demi cita-cita dan...
PADA zaman maya saat ini, seorang remaja tanpa menyentuh gadget atau handphone selama satu hari saja sudah termasuk hebat. Tapi di Desa Bungaya, Karangasem, Bali, ratusan remaja pu...
KESULITAN terbesar saya ketika harus membicarakan sajak-sajak Nuryana Asmaudi SA yang terkumpul dalam buku "Doa Bulan untuk Pungguk" (DBUP) adalah upaya menghilangkan bayang-bayang...
JIKA ingin melihat sejati-jatinya festival yang jujur, tanpa pesan ini-itu, tanpa pidato ini-itu, tanpa kampanye ini-itu, tanpa bau politik dan kekuasaan, tanpa EO dan panitia over...
MAHASISWA adalah sebutan untuk “siswa” dengan tambahan kata “maha” di depannya. Maha artinya besar. Mahasiswa tentu bukan lagi siswa biasa. Kehidupan siswa bisa bergantung pada or...
Cerpen: Made Adnyana Ole TUBUH mungil gadis itu ditusuk pedang cahaya ketika sinar purnama menerobos di sela ranting gaharu. Cahaya memantul dari tubuhnya hingga hutan kecil di tep...
IGAU andaikata rumput berwarna merah muda, sapi-sapi mungkin saja berwarna jingga. dan kau berdiri di atas batu kuning mengenakan sepatu hijau, menembaki aku dengan senapan buru l...
MASA KKN (Kuliah Kerja Nyata) kini sudah usai. Acara perpisahan di balai desa atau di lapangan umum sudah digelar dengan meriah, penuh canda sekaligus haru. Namun, setelah KKN buba...
MENYELENGGARAKAN ngaben megah menghabiskan banyak uang, diurus oleh beratus-ratus orang dengan uang ratusan juta rupiah, adalah salah satu contoh, betapa orang Bali senang sekali m...
BERBICARA sebagai orang awam, sembari turut menilai fenomena dan paradigma tentang berbagai hal yang terjadi di masyarakat, tentu dengan guyonan ringan ditambah dengan sruputan kop...