Malam Minggu bagi “Darah Muda”: Tak Sekadar Pacaran
PERNAHKAH tersirat di pikiran anda apa itu “Malam Minggu”? Dan apa bedanya dengan “Sabtu Malam”? Rasanya hanya beda istilah dengan makna yang sama. Istilah mana yang lebih sering a...
I Made Arya Dwita Dedok adalah satu perupa dari Bali yang mewakili Indonesia. Ia mengatakan, pameran ini penting karena aura berimajinasi akibat pikiran positif dan molekul-molekul pikiran, terasa asyik diajak berkarya. Rasa haus dalam diri dalam berkarya tumbuh seiring aura positif dipancarkan. “Bertemu rekan seniman lintas negara membuka cakrawala kesenirupaan antar perupa itu sendiri,” ujar Dedok.
Indonesia mengirimkan sebanyak 12 perupa. Selain I Made Arya Dwita Dedok yang menggandeng istrinya, juga seorang perupa Grace Tjondronimpuno. Perupa Bali lain yang sering berpameran luar negeri adalah I Ketut Lekung Sugantika. Tuan rumah Singapura mengikutkan partisipasi lebih dominan yakni 17 perupa. Sementara Malaysia paling sedikit menyertakan perupanya yakni sebanyak 6.
Dedok menambahkan pemeran seperti ini membuktikan bahwa sekat dan perbedaan tidak.jadi masalah justru satu hati karena lewat seni. Dalam pameran ini, gayung bersambut akan menjadi perayaan karya besar oleh perupa yang datang. Mereka berlatar belakang yang berbeda berkumpul melupakan egomoni negara berkalaborasi mengambil isu-isu nyata dalam hidup sehari-hari serta merespon sesuatu yang menarik dalam perhatianya.
Pameran ini benar-benar kalaborasi yang membumikan segala bentuk intrik masing-masing pembeda baik personal maupun negara. (T)
PERNAHKAH tersirat di pikiran anda apa itu “Malam Minggu”? Dan apa bedanya dengan “Sabtu Malam”? Rasanya hanya beda istilah dengan makna yang sama. Istilah mana yang lebih sering a...
SEBAGAI mahasiswa yang menuntut ilmu di universitas yang bergerak dalam bidang keguruan, tentu “kegiatan mengajar” tidak lagi asing di telinga mereka. Bahkan “kegiatan mengajar” ak...
Bapak/Ibu Guru yang kami cintai, pidato ini saya buka dengan kutipan dari penyair Kahlil Gibran… “Cinta tidak punya hasrat selain mewujudkan maknanya sendiri.” BEGITU bijaknya Ka...
GENERASI yang cerdas dan berakhlak mulia terwujud dari adanya guru yang cerdas dan berkompetensi. Sebuah ungkapan sederhana namun memiliki banyak makna dan usaha. Dewasa ini, guru...
MELIHAT pendidikan Indonesia memasuki milineum ketiga, ketika teknologi digital melahirkan generasi baru (generasi Y), makin kentara paradoks dunia pendidikan, biang kerok stagnasi...
SEBUAH percakapan mengejutkan di ruang kelas: Saya : Anak-anak, kalian punya cita-cita? Ada yang jawab punya, ada yang menjawab tidak. Saya lontarkan pertanyaan ini kepad...
DUNIA ini adalah panggung sandiwara. Tuhan penulis skenario sekaligus sebagai sutradara. Dan kita umat manusia sebagai aktornya. Segala sesuatu yang kita lakukan sudah ada skenari...
POLITIK mungkin sesuatu yang asing bagi saya terutama mengenai politik praktis. Memang sedikit paham, secara garis besar politik didefinisikan sebagai “ilmu mempengaruhi”. Sebagai...
HARI masih pagi. Jarum jam baru menunjukkan pukul 08.30. Namun entah mengapa, matahari bersinar begitu terik. Meski begitu, suasana di Lapangan Umum Desa Bebetin, terlihat riuh. Pu...
MEDIA massa baik itu cetak maupun elektronik setahu saya adalah sebagai “tukang lapor” kepada masyarakat luas terhadap apa yang terjadi pada suatu tempat dan suatu waktu di belahan...