Muhamad Kusuma Gotansyah# Puisi: Kelabu, Warna, Hitam, Putih...

Muhamad Kusuma Gotansyah
by Muhamad Kusuma Gotansyah — Agustus 24, 2017 in Puisi

Tatkala.co
KELABU Di lorong masa lalu Ia menjelma abu Hilang dan kelabu Menjadi waktu Menjadi waktu adalah menu makan malam kegemarannya Kelabu adalah warna tubuhnya di siang hari Menjelma abu adalah judul cerita yang ia bakar sebelum sempat terbit Masa lalu adalah tanda-tanda ia menjadi waktu Lalu ia bertanya apakah 2+2 masih =4 Untuk memastikan bahwa angka-angka pada kalender masih bilangan rasional Dengan darah di ujung kukunya ia melingkari hari-hari dimana ia batal bertafakur Kemudian ia menjadi mayat yang tak sempat dimandikan Di hilang kalbu Abu kelabu Ia menjadi batu Yang malu 2017 PUTIH Seiring jantung yang kian bocor Kau mulai mengingat warna-warna Yang dulu kau peluk di taman kanak-kanak Yang mengingatkanmu pada Tuhan 2017 HIJAU Ketika kau makan sayur Kau takut dirimu menjelma hijau Seperti mayat-mayat di museum Dan hantu-hantu di dongeng Tetapi seiring jantung yang bocor, kau mulai mencintai sayur dan mayat Entah apa yang membuat keduanya saling benci “Mungkin karena pestisida dan formalin.” 2017 MERAH Merah marah ketika kau ramah Ketika kau ramah, marah memerah Dan marah menjadi darahmu yang merah Merah adalah warna yang kau lukis di dada minyak jelantah Hidup susah Kau peramah yang marah 2017 HITAM Kau mengumpat karena malam tak hitam Kau rindu hitam yang memelukmu Hitam hanya warna yang penyedih Hitam hanya kesedihan yang tak sempat menangis Lalu kau lihat dunia; ranjangmu hitam rumahmu hitam sarapanmu hitam sepatumu hitam celanamu hitam pekerjaanmu hitam bosmu hitam stasiunmu hitam jalan pulangmu hitam tubuhmu hitam 2017 KUNING Ia gemar beku di atas gurun Membelenggu laut mati Juga melayang di atas batu Memeluk bara api Lalu matahari menjenguk Ketika kau ditemani diagnosa kanker Dan kau takut jika kau salah lihat Matahari atau neraka atau masa lalu 2017 BIRU Kau beku Menjelma biru Dingin dan kaku Disimpan dan dipaku Kau mengingat yang telah lalu Yang telah lalu dan kau jadikan abu Menjadi abu dimana mayatmu membisu Membisu, orang-orang yang kau cinta kini gagu 2017 WARNA Ada dua warna di kepalaku: 1. Warna rahim yang melahirkanku 2. Warna abu lepas kremasi Ketika aku menjelma warna Tak ada warna yang kupercaya Kau cahaya, hilang ketika berdansa Aku warna, namun bukan pelangi maupun bara 2017
Tag: Puisi
Avatar

Muhamad Kusuma Gotansyah

Related Posts
Esai

KLAKSON

BY Hartanto Juni 20, 2026

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya sedang belajar stir mobil. Sebab, suara klak...

Read More