Dikritik Dulu, Dipuji Kapan-Kapan
DIKRITIK atau dipuji? Pilih mana? Tentu ada yang pilih dikritik atau pilih dipuji. Sudah pasti di antara kita ada yang suka dikritik saja atau dipuji saja. Ada juga yang suka kedua...
Dikehidupan sehari-hari, benda-benda disekitar kita menghasilkan bunyi: baik benda padat, cair, maupun gas. Tiga jenis benda tersebut menghasilkan warna atau timbral yang berbeda. Semakin tipis sebuah benda, semakin nyaring suara yang dihasilkan. Begitu pula dengan benda yang tebal akan menghasilkan suara yang berat. Hal itu bergantung pada intensitas, panjang, lebar, dan volume suatu benda.
Dari statemen tersebut, kami terinspirasi untuk membuat eksperimen kasar dari segala kemungkinan bunyi yang ada dan menyederhanakannya.Kami tertantang untuk menguasai kondisi dari lokasi pementasan karena tempatnya yang cukup luas dan banyaknya polusi suara (decibel). Beruntung, di dalam lokasi terdapat banyak material yang bisa kami gunakan, seperti kayu, bambu, besi, pipa plastik dan lain-lainnya. Alhasil, kami sepakat untuk menjadikannya berbagai macam instalasi.Misal, menggantungkan seng, penggorengan dan fitting neon pada pohon-pohon Jepun.
Mengapa?
Kami merangkum tata bunyi tersebut menjadikannya sebagai aliran minimalis dengan konteks eksperimental. Pada dasarnya benda-benda yang disebutkan pada instalasi diatas bersifat band frequency atau unison yang berarti memiliki pitch yang sama. Akan tetapi banyak distorsi suara berbeda yang diperoleh bila benda-benda ini dimainkan; dipukul. Sehingga menghasilkan semacam overtone series atau harmonic series. Dengan kata lain adanya suatu bunyi yang satu octave lebih tinggi dari benda tersebut.
Demi meminimalisir ke-mo-no-to-nan dari berbagai macam instalasi, kami menginterpretasikan beberapa karya dari komposer-komposer musik besar dunia, seperti: Igor Stravinsky (komposer Rusia) dalam karya beliau yang berjudul “Rite of Spring” dalam pergerakan pertama (Ritual Abduction); Steve Reich (komposer Amerika) dalam karya beliau yang bernama “Clapping Music”. Jadinya kami mengadaptasikan komposisi tersebut ke dalam instalasi buatan.
Tak luput juga kami kembangkan pola-pola rhythm; form; free-improvisational yang menarik. Juga beberapa komposisi musik atau olah bunyi yang saya sisipkan sekreatif mungkin dengan gagasan-gagasan cerdas dari sang sutradara Santiasa Putu Putra dan penata gerak Rizki Wahyu.
Keunikan?
Ada beberapa terminologi dalam musik yang cukup menarik.Misal, pada instalasi gitar, kami menggunakan beberapa sistem tuning yang berbeda selain 440Hz (tuning standar) pada instrumen musik pada umumnya. Ada yang kami tuning menjadi 432Hz, terlebih lagi kami mencoba mengenalkan prepared guitar dalam instalasi gitar tersebut. Kami menyiapkan gitar yang keenam senarnya dijepit menggunakan Alligator Clips yang berukuran kurang lebih 3,5 mm.
Alhasil suara yang diperoleh seperti gamelan. Memasuki lebih dalam dari istilah yang disebut, akan membawa kita kedalam complex tuning system dengan kata lain cents. Cents adalah satuan logaritma untuk mengukur intervals pada musik.Sebagai contoh jika kita memainkan nada C pada suatu instrumen, katakanlah piano. Dalam nada tersebut kita bisa bagi lagi menjadi ½, ¼, 1/8, 1/16, 1/32 hingga seterusnya. Alhasil, pembagian tersebut akan membawa kita kedalam microtonal.
Microtonal juga banyak ditemukan pada gamelan. Yang berarti tonal dari bunyi gamelan tersebut tidak dapat ditemukan dalam instrumen standar buatan orang barat, kecuali, pada fretless, instrumen seperti violin, viola, cello dan contra bass, itu pun jika dimainkan dengan kalkulasi yang sangat tepat. (T)
Baca juga: Catatan Sutradara Sebelum Pentas
DIKRITIK atau dipuji? Pilih mana? Tentu ada yang pilih dikritik atau pilih dipuji. Sudah pasti di antara kita ada yang suka dikritik saja atau dipuji saja. Ada juga yang suka kedua...
WARGA di Kelurahan Kampung Singaraja tengah bergegas. Pria, perempuan, tua, anak-anak, semuanya bergegas. Mereka bergegas menuju Masjid Nurrahmah yang terletak di tengah-tengah pem...
AKHIRNYA DPD PDI-P Bali mengumumkan secara resmi bahwa Dewa Nyoman Sukrawan dipecat dari PDI-P. Ini bukan berita mengejutkan sesungguhnya. Karena jika berpatokan pada tabiat partai...
PROMOTOR adalah istilah untuk menyebut sekelompok penggagas sebuah kegiatan, di lingkungan lembaga formal dan non-formal. Promotor membangun dan mengembangkan ide serta inovasi-ino...
KINI Buleleng punya dua nama beken: Putu Agus Suradnyana dan Dewa Nyoman Sukrawan. Jangan mengaku keren jika tak kenal dua nama itu. Atau, bolehlah tidak kenal. Tapi sungguh keterl...
BALI dilanda banjir. Dan ketika banjir melanda, jalan seperti sungai, halaman rumah jadi kolam, dan lapangan bola serta taman kota jadi danau, maka beritanya langsung heboh di medi...
Cerpen: Yoyo Raharyo SUKRI masih duduk termenung di beranda rumah sepupunya, di sebuah desa yang tenang di Kota Air. Sore itu, lelaki 45 tahun ini membayangkan kembali kejadian sem...
APA kabar komik Indonesia? Bagaimana harimu saat ini? Masih dapatkah kujumpai serial pewayangan R.A Kosasih? Atau apa kabar aksi pahlawan “Si Buta dari Gua Hantu” yang sejak tahun...
“Berikan aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, Berilah aku sepuluh pemuda niscaya akan ku guncangkan dunia” – Ir. Soekarno SEJARAH panjang mahasiswa dan...
Setiap manusia mengidamkan seorang pahlawan untuk hapuskan derita dari tirani yang usang yang kini kadaluarsa (Dimanakah Dia , Zat Kimia) DUA penggalan lirik i...