Novy Rainy #Sajak untuk Dena

Novy Rainy
by Novy Rainy — Juli 26, 2017 in Puisi

Tatkala.co
  SAJAK UNTUK DENA Pilihlah sajak yang kau suka akan kujadikan embun di lensa rabunmu kusisip di lembar kamus kecilku Kita adalah dua semut ripuh bersemuka di atas ubin bercorak kehidupan sekedar berjumpa, enggan bicara sembari menghayal menjadi daun ketujuh yang jatuh tengadah di punggungmu Jangan pamit terlalu dini bersandarlah sebentar mari berdialog senja tuturkan cerita sang pengibar bendera atau rumus-rumus kalkulus yang gelisah di kantongmu Di sudut dekat jendela kau menatap dirimu menjadi Heimdall menyaksikan ulat bulu bercinta di ranting gerimis menjaga setapak pelangi antara bumi dan surga jikalau aku datang agar dikirimnya sejuk dari pohon kehidupan PEREMPUAN PENYAPU JEJAK Ingatanku tergenang di bawah pohon mengkudu Renyah daun kering ditimpa sandal perempuan penyapu jejak Jas hujan ponconya menyamar menjadi musim semi Berharap damai ranting muda akan memberi semilir sejuk Rasanya baru kemarin jalan raya terlihat bergelombang Bayangan kucing liar mengeluh pada trotoar Berharap Apollo tak pernah singgah di tidur siangnya Perempuan itu seakan ikut berpesta dengan riak hujan Langkah penatnya menjelajah sisi bersama suara gesekan sapu lidi dan bumi Terlihat seperti tarian untuk setiap rintik yang jatuh linglung gaduh riuh tetes air jatuh ke tanah Tak ada yang tahu itu suara hujan atau langit sedang bertepuk tangan menggoda sunyi lapangan tenis BENALU Tetaplah jadi benalu pada dahan gelisahku Pagut diriku jangan luput Aroma tanah basah di bawah kaki telanjang Akar serabut menyusup hara pertiwi Kita hidup untuk dirajut Saling bertumpu Menjalarkan hangat Belajar arti siang yang merindukan malam Tak paham tangan kanan tanpa kirinya Pohon tua penyendiri Sepi rantingnya merangkai pantun Pada awan pengirim hujan juga payung gadis penajaga toko Manis tanpa beban Begitulah setiap kelopak bunga berjatuhan Mengering di keningmu Berbagi biru ombak laut dalam nafasku
Tag: Puisi
Avatar

Novy Rainy

Related Posts
Esai

Memang Pasar Malam

BY Angga Wijaya Mei 30, 2026

BUKAN di sebuah kota kabupaten di Jawa. Bukan pula di lapangan alun-alun yang hanya ramai ketika ada perayaan tertentu. Pasar malam yang saya datangi berada di Desa Padonan, Kelur...

Read More
Liputan Khusus

Hikayat Tuak

BY Jaswanto Mei 30, 2026

KAKEK tua itu memanjat pohon lontar—yang tinggi—sesantai menaiki anak tangga. Meski sudah berumur, tangannya masih kuat mencengkeram, sedang sedikit pun kakinya tak gemetar, meski...

Read More