‘Brown Sugar’ dari The Rolling Stones dan Ingatan Perbudakan
MUSIK populer kerap dipahami sebagai hiburan ringan, namun sejarah menunjukkan bahwa ia sering kali menjadi medium artikulasi pengalaman sosial yang kompleks, bahkan traumatik....
Gde Aryantha Soethama mulai belajar menulis ketika remaja, dengan mencipta puisi. Ia kemudian menulis cerita pendek, laporan perjalanan, dan karya jurnalistik, untuk surat kabar di pulau kelahirannya, Bali, serta sejumlah majalah dan koran Jakarta. Aryantha pernah menjadi wartawan, koresponden, dan pemimpin redaksi. Laporan jurnalistiknya tentang desa terbaik dibukukan dalam Sang Juara, Sembilan Desa Terpilih di Bali (1995). Bukunya yang lain Bolak Balik Bali (Arti Foundation, 2006) ditetapkan sebagai buku nonfiksi terbaik oleh Pusat Bahasa (2006). Kumpulan cerpennya Mandi Api (Penerbit Buku Kompas, 2006) meraih penghargaan Khatulistiwa Literary Award (2006), diterjemahkan ke bahasa Inggris menjadi Ordeal by Fire (2009) oleh Vern Cork. Ia menetap di Denpasar, menjadi penulis lepas, sembari mengurus percetakan dan penerbitan.
Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt., adalah Guru Besar Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Kini menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister (S2) Kajian Pariwisata, Fakultas Pariwisata, Universitas Udayana. Dia menyelesaikan pendidikan doktor di School of Languages and Comparative Cultural Studies, The University of Queensland, Australia, 2003. Bukunya yang baru terbit adalah Wisata Kuliner Atribut Baru Destinasi Ubud (Jagat Press, 2016) bersama Putu Diah Sastri Pitanatri; Mengemban Tutur Leluhur -Biografi Tjokorda Gde Putra Sukawati (Jagat Press, 2016). Karyanya yang lain adalah A Literary Mirror, Balinese Reflections On Modernity And Identity In The Twentieth Century (Leiden, KITLV Press, 2011); Wanita Bali Tempo Doeloe Perspektif Masa Kini (2007), Bali dalam Kuasa Politik (2008), dan Tonggak Baru Sastra Bali Modern (2010). Tulisannya“Getting Organized; Culture And Nationalism In Bali, 1959-1965” terbit dalam Jennifer Lindsay dan Maya H.T. Liem (eds) Heirs To World Culture; Being Indonesian 1950-1965, pp.315-42 (KITLV Press: 2012) dan versi bahasa Indonesia berjudul Ahli Waris Budaya Dunia: Menjadi Indonesia 1950-1965 (Denpasar: Pustaka Larasan dan KITLV Jakarta, 2011). (T/*)
MUSIK populer kerap dipahami sebagai hiburan ringan, namun sejarah menunjukkan bahwa ia sering kali menjadi medium artikulasi pengalaman sosial yang kompleks, bahkan traumatik....
BUNG Karno adalah presiden Indonesia yang memiliki cita rasa seni yang tinggi. Dari 8 PresidenIndonesia,Bung Karno, Abdul Rachman Wahid (Gus Dur), dan Susilo Bambang Yudoyonomenon...
SAYA menulis ini bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi untuk banyak seniman yang mungkin merasakan hal yang sama. Mereka yang menghabiskan waktu bertahun-tahun menempuh pend...
DESA Pedawa di Kecamatan banjar, Buleleng, yang dikenal dengan adat dan budaya yang unik kembali menjadi tujuan pengabdian akademik. Pada hari Rabu, 10 Juni 2026, tim Pengabdian k...
Hari itu, Kamis, 11 Juni 2026, para siswa yang tergabung dalam OSIS dan MPK (Majelis Perwakilan Kelas) SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) berkunjung ke Yayasan Bali Baby...
DALAM kehidupan sehari-hari, kata "absen" sangat akrab digunakan oleh masyarakat. Di sekolah, guru sering mengatakan, "Ayo, sebelum belajar kita absen dulu." Di lingkungan peke...
SUATU pagi di Ubud, seorang wisatawan asing duduk bersila di atas matras yoga. Ia memejamkan mata. Di hadapannya terbentang hamparan sawah yang hijau. Burung-burung berkicau. Angi...
KOMITMEN dalam menjaga kelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh Fakultas Vokasi Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional). Melalui Program Studi D4 Man...
DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu menebar cahaya sekaligus memberi sihir warna...
DI atas meja makan rumah tangga Indonesia, tempe bukan sekadar lauk pendamping yang hadir sebagai pelengkap nasi. Melainkan pilar ketahanan pangan yang paling jujur, sebuah warisa...