Pertumbuhan Ekonomi Saja Tidak Cukup
DI sebuah obrolan sore yang dipenuhi asap kopi, suara kendaraan berlalu-lalang, dan pemberitaan tumbuhnya perekonomian kuartal I 2026 (5,61 persen), seorang kawan tiba-tiba berkat...
Pemilik usaha kerupuk rumahan itu adalah pamannya sendiri, Gede Sumerada (38). Sebagai paman, ia bisa saja memberi Luh Meli dan adik-adiknya sangu tanpa syarat. Tapi Luh Meli memang sejak kecil dididik prihatin sekaligus bekerja keras oleh orangtuanya agar tak gampang menghiba dan terus belajar betapa sulitnya mencari uang.
“Dia (Luh Meli) bantu membungkus kerupuk di waktu luang. Yang penting sekolahnya tidak terganggu,” kata Sumerada.
Pada jam sekolah, Luh Meli membantu bungkus kerupuk sepulang sekolah. Upah membungkus kerupuk diperoleh Rp 15 ribu, hanya tiga jam. Oleh Sumerada, ia selalu diingatkan agar mengutamakan tugas-tugas sekolah terlebih dahulu.
Selain Sumerada, ada dua keluarga lain yang dengan tulus mengasuh anak-anak itu. Luh Meli dan adik bungsunya, Komang Tulus Radiasa, diasuh pasangan suami istri Nyoman Rempon (54) dan Luh Rediti (51), yang masih keluarga dekat mereka. Sementara adiknya yang satu lagi, Kadek Sastra tinggal bersama Ketut Suarta (46) yang juga masih keluarga dekat orang tuanya.
Namun Luh Meli tampaknya tak mau menggantungkan hidup sepenuhnya pada mereka. Untuk itulah ia tetap bekerja, meski penghasilannya tak banyak. Yang penting, sekolahnya tak putus, dan cita-citanya bisa tercapai.
Luh Meli adalah siswa kelas VIII di SMPN 4 Kubutambahan. Untuk ke sekolah ia harus berjalan kaki sepanjang sekitar 1,5 kilometer. Untuk membeli alat-alat sekolah, ia menggunakan uang dari upah membungkus kerupuk. Sementara bekal dan kebutuhan lain ia dapatkan dari Luh Rediti, bibi yang mengasuhnya.
Namun persoalan yang kerap membuatnya bingung adalah ketika ada tugas sekolah yang mengharuskannya mencari di situs internet. Dan itu perlu uang yang agak lebih banyak. "Bingung, jika ada tugas sekolah. Uang tidak punya dan harus cari tugasnya di internet. Biasanya menghabiskan Rp 10 ribu dan juga bisa lebih,” katanya.
Dengan berbagai kesulitan yang dihadapi, ia tak pernah berpikir untuk berhenti sekolah. Dengan cara apa pun, ia bertekad melanjutkan sekolah hingga SMA sampai kuliah. Ia ingin menjadi guru dan bertekad agar adik-adiknya juga bisa terus bersekolah agar cita-cita mereka juga tercapai.
"Saya ingin melanjutkan sekolah sampai kuliah, sampai bisa jadi guru agar bisa membantu adik-adik,” katanya. Ada tekad kuat tampak dari binar matanya.
Semoga usahamu dimudahkan dan cita-citamu tercapai, Luh. (T/donasi data: Hardianta)
DI sebuah obrolan sore yang dipenuhi asap kopi, suara kendaraan berlalu-lalang, dan pemberitaan tumbuhnya perekonomian kuartal I 2026 (5,61 persen), seorang kawan tiba-tiba berkat...
DALAM diskusi dengan beberapa teman di grup WA, saya tidak menolak diposisikan sebagai ‘buzzer’. Tapi, dengan catatan (cetak tebal, miring, plus diwarnai stabilo warna merah) – sa...
MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa diabaikan begitu saja. Banyak...
DI sudut gang yang dari luar tampak tak sepenuhnya meyakinkan, tampak sebuah ruang yang terasa begitu hangat karena dipeluk tertawaan malaikat-malaikat kecil nan polos. Mereka men...
KETIKA suasana hening dari masyarakat dan para undangan, tabuh mulai dimainkan. Muda-mudi yang didominasi para remaja itu menari lepas tanpa beban. Nyanyian, tarian dan jiwanya be...
Di atas meja kayu panjang di beranda sebuah toko modern, sebuah kaleng bekas diletakkan begitu saja. Bentuknya sudah penyok di beberapa bagian. Permukaannya kusam seperti benda ya...
DI Mataram, pemutaran film Pesta Babi baru berjalan tiga menit ketika dibubarkan. Di kota lainnya, penyelenggara didatangi, diawasi, atau ditekan bahkan sebelum layar sempat dinya...
BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah yang sama, barangkali bukan perkara sed...
FORUM Bukan Musik Biasa (BMB) #111 dilaksanakan Rabu, 20 Mei 2026 di Pendapa Wisma Seni Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Surakarta. BMB #111 menghadirkan dua komposer muda, Budi Se...
PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026, telah memasuki hari ketiga...