Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG
SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi orang tua Indonesia, terutama yang tumb...
Pemilik usaha kerupuk rumahan itu adalah pamannya sendiri, Gede Sumerada (38). Sebagai paman, ia bisa saja memberi Luh Meli dan adik-adiknya sangu tanpa syarat. Tapi Luh Meli memang sejak kecil dididik prihatin sekaligus bekerja keras oleh orangtuanya agar tak gampang menghiba dan terus belajar betapa sulitnya mencari uang.
“Dia (Luh Meli) bantu membungkus kerupuk di waktu luang. Yang penting sekolahnya tidak terganggu,” kata Sumerada.
Pada jam sekolah, Luh Meli membantu bungkus kerupuk sepulang sekolah. Upah membungkus kerupuk diperoleh Rp 15 ribu, hanya tiga jam. Oleh Sumerada, ia selalu diingatkan agar mengutamakan tugas-tugas sekolah terlebih dahulu.
Selain Sumerada, ada dua keluarga lain yang dengan tulus mengasuh anak-anak itu. Luh Meli dan adik bungsunya, Komang Tulus Radiasa, diasuh pasangan suami istri Nyoman Rempon (54) dan Luh Rediti (51), yang masih keluarga dekat mereka. Sementara adiknya yang satu lagi, Kadek Sastra tinggal bersama Ketut Suarta (46) yang juga masih keluarga dekat orang tuanya.
Namun Luh Meli tampaknya tak mau menggantungkan hidup sepenuhnya pada mereka. Untuk itulah ia tetap bekerja, meski penghasilannya tak banyak. Yang penting, sekolahnya tak putus, dan cita-citanya bisa tercapai.
Luh Meli adalah siswa kelas VIII di SMPN 4 Kubutambahan. Untuk ke sekolah ia harus berjalan kaki sepanjang sekitar 1,5 kilometer. Untuk membeli alat-alat sekolah, ia menggunakan uang dari upah membungkus kerupuk. Sementara bekal dan kebutuhan lain ia dapatkan dari Luh Rediti, bibi yang mengasuhnya.
Namun persoalan yang kerap membuatnya bingung adalah ketika ada tugas sekolah yang mengharuskannya mencari di situs internet. Dan itu perlu uang yang agak lebih banyak. "Bingung, jika ada tugas sekolah. Uang tidak punya dan harus cari tugasnya di internet. Biasanya menghabiskan Rp 10 ribu dan juga bisa lebih,” katanya.
Dengan berbagai kesulitan yang dihadapi, ia tak pernah berpikir untuk berhenti sekolah. Dengan cara apa pun, ia bertekad melanjutkan sekolah hingga SMA sampai kuliah. Ia ingin menjadi guru dan bertekad agar adik-adiknya juga bisa terus bersekolah agar cita-cita mereka juga tercapai.
"Saya ingin melanjutkan sekolah sampai kuliah, sampai bisa jadi guru agar bisa membantu adik-adik,” katanya. Ada tekad kuat tampak dari binar matanya.
Semoga usahamu dimudahkan dan cita-citamu tercapai, Luh. (T/donasi data: Hardianta)
SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi orang tua Indonesia, terutama yang tumb...
MENGUNJUNGI Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, yang terkenal dengan adat dan budaya yang unik, bagi publik akademik di kalangan kampus, bukan hanya untuk tujuan wisata, na...
PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara yang serbacepat. Demi menghemat ene...
“Dini lade Pak Ngurah Rai nginep ajak pasukanne. Likangi ada, dini ada. Kak sing nawang, nak teka peteng. Di kenkenne, semengan ada bedik jumah. Nak, mekaad peteng, teka peteng. K...
Ketika diumumkan lomba dimulai, suasana ruangan mendadak dipenuhi suara riuh, sorak-sorai dan tepuk tangan sebagai dukungan dari penonton, suporter atau rekan satu hotel ataupun s...
JANGAN sepelekan tradisi menganyam. Seniman Bali, I Ketut Putrayasa membawa tradisi anyaman itu mendunia. Ia dipercaya membuat empat patung yang akan dijadikan ikon kampus di Turk...
PEED Aya atau Pawai Budaya dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 akan hadir dengan wajah baru yang lebih dinamis dan atraktif. Pertunjukan seni berjalan ini...
KEMAJUAN teknologi digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi, memperoleh informasi, dan belajar. Dalam hitungan detik, seseorang dapat mengakses berbagai sumber pengetahua...
DERAP langkah beranjak naik, kain tirai perlahan mulai disingkapkan, lalu dengan segera bunyi-bunyian kendang, tembang dan segala perangkat kesenian jaranan, bergema meneror kedua...
LANGIT biru di atas pantai dan laut, di daerah Peninsula Island, Nusa Dua, Bali, dipenuhi warna-warni layang-layang yang menari mengikuti hembusan angin laut, Minggu 7 Juni 2026....