Razia Warung? Ah, Saya Selalu Sukses Puasa Dikurung Warung
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
***
“Bangsa kita ini, bukan bangsa penemu, peneliti. Terompet Telolet tak akan ada kelanjutannya, hanya sebatas ide,” kata seorang kawan, saat saya mengutarakan ide Terompet Telolet. Tapi memang benar sih menurut The World’s Most Literate Nations (WMLN) yang merilis daftar negara dengan tingkat literasi paling tinggi di dunia. Indonesia berada di peringkat 60 dari 60 lebih negara yang diteliti oleh Om Jhon W. Miller, Presiden Central Connecticut State University, New Britain. Budaya membaca dan menulis yang rendah mencerminkan tingkat keingintahuan yang rendah pula. Hal ini berdampak pada kecilnya kreativitas manusia Indonesia untuk menjadi seorang penemu atau peneliti. Terlepas dari survey tersebut, manusia Indonesia lebih disibukkan dalam urusan adat, agama, hedonisme, serta budaya materialisme. Orang-orangnya sibuk bekerja mencari materi sebanyak-banyaknya, ada pula yang terlalu sibuk mengurus adat di bawah naungan keagaman. Kedua hal tersebut sifatnya mengikat, sehingga manusia Indonesia tidak mampu berpikir liar, keluar dari pakem biasanya. Di sisi lain sistem pendidikan dan kurikulum di Indonesia mengagungkan nilai sebagai batasan mutlak untuk syarat kelulusan, jadi apapun dihalalkan siswa atau mahasiswa untuk mencapai nilai maksimal. Alih-alih mengejar kualitas diri atas ilmu pengetahuan, mereka malah sibuk membuat contekan di kertas ukuran kecil yang bisa disembunyikan dengan mudah. Jika begini susah juga yah. Yuk para pembaca mulailah berpikir di luar kebiasaan, kadang nyaman itu membahayakan lho. Selamat berpikir, dan selamat Tahun Baru. Oooooooom Telolet Oooooooom. (T)
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
JUDUL tulisan ini merupakan tema diskusi Kupang Pesta Monolog yang coba menggali daya vital teater dan perannya dalam kehidupan konkret (aktual). Bahwa teater sebagai seni...
DI Bali, lumrah bila di tempat atau kawasan yang disucikan, jika melihat sesuatu, umpamanya benda, hewan atau binatang (langka), orang sering menyebutnya “Due”. (“Due” dibaca seper...
“KINI banyak pengarang muda yang bagus. Banyak sekali,” kata Seno Gumira Ajidarma saat ngobrol singkat pada suatu pagi dengan tatkala.co di Honeymoon Guest House, Ubud, 6 Juni lalu...
SEBUAH analog yang saya anggap pas untuk menggambarkan budaya korupsi di Indonesia adalah tradisi buang sampah sembarangan. Meski lingkungan jadi kotor, menghilangkan rasa nyaman,...
HALO sahabat mahasiswa super di manapun kalian berada, selamat beraktivitas. Semoga semua hidup berbahagia dan dalam lindungan dosen yang maha buasnya. Sangat super sekali kita mas...
Buta paling buruk adalah buta politik. Dia yang buta politik adalah dia yang tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahw...
DUNIA pendidikan, modal utama dalam perkembangan peradaban manusia. Inovasi-inovasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir terlahir di dalamnya. Sejarah perubahan besar-bes...
PAWAI pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38 dibuka Presiden Joko Widodo alias Jokowi, di depan Monumen Bajra Sandi, Denpasar, Sabtu (11/6). Dan betapa senang mendengar Presiden...
Menikah itu sulit, tapi bercerai ternyata jauh lebih sulit. Saat mau menikah, yang penting hanya sedikit kemantapan hati, komitmen untuk sama susah sama senang, izin orang tua, sed...