Mahasiswa Kos dan Mahasiswa Rumahan: Punya Galau Masing-masing
SUDAH banyak yang bicara soal mahasiswa kos atau bicara soal merantau. Mahasiswa kos yang memikul harapan orang tua sejauh ratusan kilometer dari rumah ke kampus demi cita-cita dan...

Ada juga yang mengkaitkan dengan dahulunya di pasar ini ada berbagai macam ‘kreneng’. Tentunya tak banyak lagi generasi muda Bali tahu apa arti ‘kreneng’.
Kreneng adalah alat pembungkus berupa anyaman berbagai buah, daging, periuk, dan berbagai benda lainnya layaknya kantung plastik sekarang. Dengan ‘kreneng’ itulah dahulu orang Bali dan Jawa (sampai kini) membungkus berbagai belanjaan atau bawaan. Kalau tidak memakai 'kreneng' (kereneng) para leluhur Bali memakai sok keranjang, penarak, besek, dan berbagai anyaman bambu lainnya.
Tradisi hidup organik dengan bungkus ‘kreneng’ di Bali telah punah. Terkait atau tidak, nama Pasar Kreneng ini tinggal nama. Itupun tak banyak orang Denpasar yang paham artinya.
Tidakkah sekiranya kembali Denpasar bisa menghidupkan atau memperkenalkan kembali ‘tradisi kreneng’? Sebagai solusi atau alternatif pembungkus belanjaan di pasar?


Di Jawa sendiri, terutama di Jawa Tengah, masih kerap kita lihat ‘kreneng’ dipakai tas daging, tas buah, tas makanan lainya, wadah saat membeli bibit tanaman, bahkan saat membeli periuk tanah masih ada pasar atau penjual yang membungkus jualannya (periuk) dengan kreneng.
Alangkah baiknya Pasar Kreneng kembali menjual kreneng. Kembali mengenal dan memperkenalkan identitas aslinya sebagai pusat penjualan kreneng. Jika perlu ada semacam perayaan atau festival kreneng. Setidaknya Festival Denpasar semua transaksinya dibungkus dengan kreneng, atau diperkenalkan kembali kreneng lewat hajatan budaya tersebut.
Kreneng di pasar-pasar di Jawa Tengah dijual kisaran 600-1000 rupiah. Setara dengan tas kresek tebal, tapi kreneng ini keren dan ramah lingkungan.
Menghidupkan kreneng sebagai sebagai pengganti kresek plastik bisa menjadi terobosan persoalan sampah plastik yang menjadi persoalan serius Denpasar dan Bali. (T)
Catatan Harian 15 Desember 2016
Catatan: Foto-foto kreneng dalam tulisan ini diambil dari berbagai sumber online, setidaknya memberikan gambaran bagaimana ‘wajah kreneng’, fungsi dan pemakaiannya secara tradisional, serta pemanfaatannya sebagai kemasan cantik cenderamata.
SUDAH banyak yang bicara soal mahasiswa kos atau bicara soal merantau. Mahasiswa kos yang memikul harapan orang tua sejauh ratusan kilometer dari rumah ke kampus demi cita-cita dan...
PADA zaman maya saat ini, seorang remaja tanpa menyentuh gadget atau handphone selama satu hari saja sudah termasuk hebat. Tapi di Desa Bungaya, Karangasem, Bali, ratusan remaja pu...
KESULITAN terbesar saya ketika harus membicarakan sajak-sajak Nuryana Asmaudi SA yang terkumpul dalam buku "Doa Bulan untuk Pungguk" (DBUP) adalah upaya menghilangkan bayang-bayang...
JIKA ingin melihat sejati-jatinya festival yang jujur, tanpa pesan ini-itu, tanpa pidato ini-itu, tanpa kampanye ini-itu, tanpa bau politik dan kekuasaan, tanpa EO dan panitia over...
MAHASISWA adalah sebutan untuk “siswa” dengan tambahan kata “maha” di depannya. Maha artinya besar. Mahasiswa tentu bukan lagi siswa biasa. Kehidupan siswa bisa bergantung pada or...
Cerpen: Made Adnyana Ole TUBUH mungil gadis itu ditusuk pedang cahaya ketika sinar purnama menerobos di sela ranting gaharu. Cahaya memantul dari tubuhnya hingga hutan kecil di tep...
IGAU andaikata rumput berwarna merah muda, sapi-sapi mungkin saja berwarna jingga. dan kau berdiri di atas batu kuning mengenakan sepatu hijau, menembaki aku dengan senapan buru l...
MASA KKN (Kuliah Kerja Nyata) kini sudah usai. Acara perpisahan di balai desa atau di lapangan umum sudah digelar dengan meriah, penuh canda sekaligus haru. Namun, setelah KKN buba...
MENYELENGGARAKAN ngaben megah menghabiskan banyak uang, diurus oleh beratus-ratus orang dengan uang ratusan juta rupiah, adalah salah satu contoh, betapa orang Bali senang sekali m...
BERBICARA sebagai orang awam, sembari turut menilai fenomena dan paradigma tentang berbagai hal yang terjadi di masyarakat, tentu dengan guyonan ringan ditambah dengan sruputan kop...