Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG
SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi orang tua Indonesia, terutama yang tumb...
Gamsec yang diperkuat oleh Lindung sebagai toser, dan Gus Ekik dan Eka sebagai spiker. dan Mereka adalah pemain Pon Bali. Toser Lindung adalah pemain proliga dan sempat bergabung di tim-tim kuat di Jakarta. Jadi tak diragukan lagi Gamsek layak sebagai juara. Apalagi pemain lokal Gamsec seperti Kodok, Yuda, Ean Candra juga tidak kalah lihai dalam memainkan bola-bola pendek umpan dari Toser Lindung,.
Porsec sebagai juara dua juga tim kuat dan sudah sering menjuarai liga-liga kampung. Pemain lokal mereka sudah terasah betul karena sudah sering bersanding dengan pemain-pemain pro. Dalam turnamen ini mereka menggandeng toser Bonces, Gung Dodi dan Edy Kumara sebagai spiker yang merupakan pemain Pon Junior Bali.
Pada perebutan posisi tiga dan empat ada tim Bamba dari Banjar Baru dan tim Sri Awandira dari Banjar Kelaci, yang keduanya mewakili Kecamatan Marga. Bamba diperkuat Pandim, Tison, Wira dan Opo. Sri Awandira diperkuat Ledin, Dolar dan Kalipo. Mereka adalah pemain-pemain yang berhasil menghibur warga desa dengan kelincahan mereka di lapangan.
Semi Open
Yang membuat turnamen voli tarkam selalu menarik karena yang tampil bukan hanya pemian lokal yang beredar di desa-desa, melainkan juga pemain professional. Jadi, jangan heran, banyak warga pelosok desa hapal nama-nama pemain profesional yang biasa berlaga pada event besar.
Sistem pertandingan yang digunakan dalam liga kampung ini antara lain lokal, semi open tournamen, dan open tournamen. Pada sistem lokal semua pemainnya harus lokal alias sebunan, minimal pemain lokal dalam skup satu desa tergantung kesepakatan.
Kalau semi open, sebuah klub bisa menggunakan tiga orang pemain lokal dan tiga pemain sewaan baik itu pemain Porda, Porprov, Prapon, bahkan pemain Proliga Nasional sekalipun tergantung tebal tipis kantong klub. Jika open tournament, keenam pemain boleh didatangkan dari luar atau boleh pemain sewaan tanpa menggunakan pemain lokal sama sekali.
Dari ketiga sistem itu, yang paling populer adalah semi open tournament. Karena dalam sistem ini masih ada unsur lokal alias sebunan yang disandingkan dengan pemain pro. Dengan begitu, yang menonton selalu ramai, karena penontonnya masih punya kebanggaan membela nama desa karena pemainnya masih ada yang berasal dari desa sendiri.
Merupakan kepuasan dan pengalaman tersendiri buat pemain-pemain di desa bisa berbagi lapangan dengan pemain-pemain proliga. Bagi pemain-pemain pro, sistem ini juga menguntungkan mereka karena bisa mendapatkan hasil tambahan dari uang sewa. Apalagi bayaran pemain pro bisa mencapai Rp 500 ribu hingga 1 juta per malam atau setiap kali berlaga.
Bagi penyelenggara, sistem ini juga sangat menguntungkan. Jumlah tim yang berlaga dalam satu liga kampung ini adalah 32 tim. Dengan sistem double knock out atau kalah dua kali akan langsung keluar, sehingga liga ini bergulir satu bulan penuh sampai di laga puncak. Dengan begitu akan ada kurang lebih 30 kali pertandingan dengan harga tiket Rp 10 ribu di penyisihan dan harganya terus naik sampai Rp 35.000 di babak semifinal dan final. Kalau penonton selalu ramai, penyelenggara bisa mengumpulkan dana hingga Rp 200 juta dari penjualan tiket langsung.
Selain tiket langsung panitia juga menyediakan tiket terusan seharga Rp 200 ribu dan bisa dibawa selama liga bergulir. Penyebaran tiket terusan dilakukan sebelum liga dimulai dan menyasar kalangan berduit, penggemar voli, pejabat daerah, dan juga anggota dewan. Adapun penjualan tiket ini bisa digunakan sebagai modal awal dalam penyelengaraan turnamen dan juga bisa dianggarkan sebagai hadiah.
Selain sebagai hiburan bagi warga desa, turnamen voli antarkampung bisa dianggap sebagai partisipasi warga secara aktif untuk mengembangkan olahraga voli tanpa harus melibatkan secara langsung peran pemerintah. Di sisi lain, masyarakat juga membiasakan diri melakukan swadaya dengan menggali dana sendiri tanpa harus terus-terusan minta bansos pada tokoh-tokoh politik di legislatif dan ekskutif.
Dalam hal ini, bolehlah negara dianggap berhutang pada turnamen voli antarkampung. Selain ikut membantu negara mengembangkan olahraga dengan caranya sendiri, turnamen antarkampung ini juga mendidik warga untuk mandiri: menggelar ajang olahraga sendiri, menonton sendiri, bayar tiket sendiri. (T)
SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi orang tua Indonesia, terutama yang tumb...
MENGUNJUNGI Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, yang terkenal dengan adat dan budaya yang unik, bagi publik akademik di kalangan kampus, bukan hanya untuk tujuan wisata, na...
PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara yang serbacepat. Demi menghemat ene...
“Dini lade Pak Ngurah Rai nginep ajak pasukanne. Likangi ada, dini ada. Kak sing nawang, nak teka peteng. Di kenkenne, semengan ada bedik jumah. Nak, mekaad peteng, teka peteng. K...
Ketika diumumkan lomba dimulai, suasana ruangan mendadak dipenuhi suara riuh, sorak-sorai dan tepuk tangan sebagai dukungan dari penonton, suporter atau rekan satu hotel ataupun s...
JANGAN sepelekan tradisi menganyam. Seniman Bali, I Ketut Putrayasa membawa tradisi anyaman itu mendunia. Ia dipercaya membuat empat patung yang akan dijadikan ikon kampus di Turk...
PEED Aya atau Pawai Budaya dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 akan hadir dengan wajah baru yang lebih dinamis dan atraktif. Pertunjukan seni berjalan ini...
KEMAJUAN teknologi digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi, memperoleh informasi, dan belajar. Dalam hitungan detik, seseorang dapat mengakses berbagai sumber pengetahua...
DERAP langkah beranjak naik, kain tirai perlahan mulai disingkapkan, lalu dengan segera bunyi-bunyian kendang, tembang dan segala perangkat kesenian jaranan, bergema meneror kedua...
LANGIT biru di atas pantai dan laut, di daerah Peninsula Island, Nusa Dua, Bali, dipenuhi warna-warni layang-layang yang menari mengikuti hembusan angin laut, Minggu 7 Juni 2026....