“Jesus Bless You” – Tentang Saya dan Agama
SAYA suka lagu-lagu yang memberikan getaran yang baik pada suasana hati dan hidup saya. Karena itu saya menggunakan aplikasi karaoke di smartphone untuk memudahkan saya menyanyi di...
Gamsec yang diperkuat oleh Lindung sebagai toser, dan Gus Ekik dan Eka sebagai spiker. dan Mereka adalah pemain Pon Bali. Toser Lindung adalah pemain proliga dan sempat bergabung di tim-tim kuat di Jakarta. Jadi tak diragukan lagi Gamsek layak sebagai juara. Apalagi pemain lokal Gamsec seperti Kodok, Yuda, Ean Candra juga tidak kalah lihai dalam memainkan bola-bola pendek umpan dari Toser Lindung,.
Porsec sebagai juara dua juga tim kuat dan sudah sering menjuarai liga-liga kampung. Pemain lokal mereka sudah terasah betul karena sudah sering bersanding dengan pemain-pemain pro. Dalam turnamen ini mereka menggandeng toser Bonces, Gung Dodi dan Edy Kumara sebagai spiker yang merupakan pemain Pon Junior Bali.
Pada perebutan posisi tiga dan empat ada tim Bamba dari Banjar Baru dan tim Sri Awandira dari Banjar Kelaci, yang keduanya mewakili Kecamatan Marga. Bamba diperkuat Pandim, Tison, Wira dan Opo. Sri Awandira diperkuat Ledin, Dolar dan Kalipo. Mereka adalah pemain-pemain yang berhasil menghibur warga desa dengan kelincahan mereka di lapangan.
Semi Open
Yang membuat turnamen voli tarkam selalu menarik karena yang tampil bukan hanya pemian lokal yang beredar di desa-desa, melainkan juga pemain professional. Jadi, jangan heran, banyak warga pelosok desa hapal nama-nama pemain profesional yang biasa berlaga pada event besar.
Sistem pertandingan yang digunakan dalam liga kampung ini antara lain lokal, semi open tournamen, dan open tournamen. Pada sistem lokal semua pemainnya harus lokal alias sebunan, minimal pemain lokal dalam skup satu desa tergantung kesepakatan.
Kalau semi open, sebuah klub bisa menggunakan tiga orang pemain lokal dan tiga pemain sewaan baik itu pemain Porda, Porprov, Prapon, bahkan pemain Proliga Nasional sekalipun tergantung tebal tipis kantong klub. Jika open tournament, keenam pemain boleh didatangkan dari luar atau boleh pemain sewaan tanpa menggunakan pemain lokal sama sekali.
Dari ketiga sistem itu, yang paling populer adalah semi open tournament. Karena dalam sistem ini masih ada unsur lokal alias sebunan yang disandingkan dengan pemain pro. Dengan begitu, yang menonton selalu ramai, karena penontonnya masih punya kebanggaan membela nama desa karena pemainnya masih ada yang berasal dari desa sendiri.
Merupakan kepuasan dan pengalaman tersendiri buat pemain-pemain di desa bisa berbagi lapangan dengan pemain-pemain proliga. Bagi pemain-pemain pro, sistem ini juga menguntungkan mereka karena bisa mendapatkan hasil tambahan dari uang sewa. Apalagi bayaran pemain pro bisa mencapai Rp 500 ribu hingga 1 juta per malam atau setiap kali berlaga.
Bagi penyelenggara, sistem ini juga sangat menguntungkan. Jumlah tim yang berlaga dalam satu liga kampung ini adalah 32 tim. Dengan sistem double knock out atau kalah dua kali akan langsung keluar, sehingga liga ini bergulir satu bulan penuh sampai di laga puncak. Dengan begitu akan ada kurang lebih 30 kali pertandingan dengan harga tiket Rp 10 ribu di penyisihan dan harganya terus naik sampai Rp 35.000 di babak semifinal dan final. Kalau penonton selalu ramai, penyelenggara bisa mengumpulkan dana hingga Rp 200 juta dari penjualan tiket langsung.
Selain tiket langsung panitia juga menyediakan tiket terusan seharga Rp 200 ribu dan bisa dibawa selama liga bergulir. Penyebaran tiket terusan dilakukan sebelum liga dimulai dan menyasar kalangan berduit, penggemar voli, pejabat daerah, dan juga anggota dewan. Adapun penjualan tiket ini bisa digunakan sebagai modal awal dalam penyelengaraan turnamen dan juga bisa dianggarkan sebagai hadiah.
Selain sebagai hiburan bagi warga desa, turnamen voli antarkampung bisa dianggap sebagai partisipasi warga secara aktif untuk mengembangkan olahraga voli tanpa harus melibatkan secara langsung peran pemerintah. Di sisi lain, masyarakat juga membiasakan diri melakukan swadaya dengan menggali dana sendiri tanpa harus terus-terusan minta bansos pada tokoh-tokoh politik di legislatif dan ekskutif.
Dalam hal ini, bolehlah negara dianggap berhutang pada turnamen voli antarkampung. Selain ikut membantu negara mengembangkan olahraga dengan caranya sendiri, turnamen antarkampung ini juga mendidik warga untuk mandiri: menggelar ajang olahraga sendiri, menonton sendiri, bayar tiket sendiri. (T)
SAYA suka lagu-lagu yang memberikan getaran yang baik pada suasana hati dan hidup saya. Karena itu saya menggunakan aplikasi karaoke di smartphone untuk memudahkan saya menyanyi di...
ADA semacam protes di media sosial, kenapa wayang wong, sebagai kesenian klasik adiluhung yang baru saja ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda, justru dipe...
SEPAK bola kampung kini hanya fosil ingatan. Mungkin karena kampung selalu dirundung revolusi yang dialirkan zaman. Sawah-sawah, bahkan kebun yang dulu menjadi arena laga sepak bol...
KINI sudah masuk tahun ajaran baru. Sejumlah kampus sudah bersiap-siap menghadapi mahasiswa baru. Tentu, semua tahu, hari-hari pertama mahasiswa baru disibukkan dengan orientasi ka...
BEGITU puluhan penari memasuki panggung di depan Tugu Singa Ambara Raja, sore menjelang senja di Singaraja terasa lebih berwarna dari biasanya. Warna-warna itu bukan hanya memancar...
Judul Buku: Sayap Anjing (Kumpulan Cerpen) # Penulis: Triyanto Triwikromo #Halaman: 144 pages # Penerbit: Buku Kompas # Tahun: 2003 # ISBN: 9797090914 (ISBN13: 9789797090913) /...
BULELENG Festival (Bulfest) dibuka 2 Agustus ini dan akan berlangsung 6 Agustus 2016. Ini Bulfest keempatkali sejak digelar pertamakali, Agustus 2013. Di Bali, Bulfest memiliki gem...
Ini pengalaman ketika saya mengajar di sebuah sekolah dasar di Alor, NTT, sebagai guru dalam program SM3T (Sarjana Mendidik di daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal). SEPERTI b...
MISI belum tuntas! Komunitas Masyarakat Lumpur Bangkalan terus bikin kegiatan. Setelah terlaksananya acara Festival Puisi Bangkalan, 20-21 Mei 2016, kini tengah bersiap-siap mengge...
SIAPA saja yang suka memuji dan mengagung-agungkan Bali, pasti bertemu subak. Mereka yang berniat mengikuti alur jejak watak manusia Bali, seyogyanya juga mengakrabi subak. Bagaima...