Diikuti Makhluk Gaib Seusai Piknik
BERWISATA atau piknik ke Bali adalah dambaan banyak siswa sekolah. Pulau ini sudah dikenal di seluruh dunia. Bahkan banyak masyarakat dunia yang lebih mengenal Bali ketimbang Indo...
HALO MAHASISA! Sudahkah wisuda tahun ini? Kalau belum, dengan segala rasa iba dan duka yang teramat sangat dari lubuk hati yang paling dalam, saya sarankan tak usah melanjutkan membaca artikel ini.
Sebab SKS anda belum cukup untuk membacanya. Lebih baik waktu yang semakin sempit, digunakan untuk melanjutkan skripsi yang belum juga rampung dari zaman Pokemon Yellow. Bayangkan! Ini sudah lewat zaman pokemon-Go, Bung! Harusnya, Go! Go! Skripsi dong! Seperti kata seorang kawan, “Skripsi itu diketik, Bung! Bukan dipikirin!”
Nah, bagi kawan-kawan yang diwisuda, saya ucapkan selamat! Welcome to jungle! Nikmatilah hidup yang lebih sengsara dari sekadar rasa lapar anak kosan yang menunggu kiriman bekal orang tua. Nikmatilah keputusasaan tak dapat kerja yang lebih menyakitkan ketimbang diputusin pacar.
Dan yang paling penting, nikmatilah kesendirian karena tak ada lagi kawan. Sebab kini yang ada hanyalah saingan-saingan yang mesti dikalahkan saat tes CPNS nanti.
Dalam rangka menanggulangi hal-hal yang tak diinginkan inilah, saya menyuguhkan jenis-jenis wisudawan dan pekerjaan apa yang paling tepat untuk ditekuni. Dengan mengkombinasikan karakter, tahun, zodiak, wuku, weton, ditambah landasan teori disertai uji validitas yang tak jelas daftar pustakanya, silahkan diterawang, jenis-jenis wisudawan dan pekerjaan apa yang paling tepat ditekuni oleh anda sekalian.
Wisudawan Cumlaude
Inilah wisudawan paling topcer. Yang paling dielu-elukan oleh Pak Rektor, dosen, orang tua, pacar, dan tentu saja dirinya sendiri. Cumlaude! Apalagi tamat 3,5 tahun! Tentu ia mahasiswa yang rajin, disiplin, dan cepat waktu. Kecepatan waktu bahkan.
Yang menarik adalah, sebagian dari mereka merupakan tipe pekerja keras. Itu tampak saat menyusun skripsi. Sekarang bimbingan, malam revisi, besok bimbingan lagi. Tak peduli revisiannya sudah benar, masih salah, atau makin salah. Yang penting revisi. Jika itu anda, dengan tekad sekuat ini, pekerjaan yang paling cocok adalah aktivis dan bisnis MLM.
Bayangkanlah jika semua aktivis seperti anda. Pagi demo, siang demo, malam demo, kapanpun, dimanapun demo. Siapa yang bisa tahan coba? Begitu pula dengan bisnis MLM, bisa dipastikan karena sang klien tidak tahan dengan omongan anda yang itu-itu saja. Yang datang tiap hari. Mereka terpaksa mengalah untuk ikut anda. Tentunya, bisnis ini akan berkembang berjuta-juta kaki kali lipat!
Wisudawan Biasa-biasa Saja
Kalau yang ini sih, tak ada menarik-menariknya. Semua yang dilakukan ya normal-normal saja. Lancaaarrr... amaaaannn.... terkendaliiii.... pekerjaan yang cocok hemm....... ya... cari-cari sendiriiiii.....
Wisudawan Adem Ayem
Ia adalah wisudawan yang pasrah. Ia pasrah sejak jadi mahasiswa, dan tamat juga dalam kondisi pasrah. Saat bikin skripsi itu tampak jelas. Dikasi ujian ya syukur. Revisi lagi ya jalani. Di balik kesederhanaan wisudawan adem ayem ini, sebenarnya ia benar-benar punya kharisma tersembunyi. Bakat yang tak pernah dibayangkan siapapun.
Sebab, dalam hidup yang serba cepat, carut marut, dan penuh tuntutan dewasa ini, bukanlah hal mudah untuk pasrah. Berserah pada Yang Di Atas. Alam biasanya menyayangi orang seperti ini.
Maka jangan heran apabila kelak ia menjadi cenayang yang disegani atau orang suci yang menuntun umat ke jalan maha suci, yakni ketiadaan. Sebab Kosong adalah berisi. Berisi adalah kosong. Apalah bedanya ujian kini dan nanti jikalau skripsi akhirnya digunakan alas penyangga LCD? Amitaba.. Sancai.. sancai..
Wisudawan Beli Skripsi
Nah.. semua juga sudah sama-sama tahu tentang wisudawan jenis ini, kan. Sudah jadi rahasia umum. Jadi tak perlulah dijelaskan lagi.
Bagian penting yang perlu ditekankan adalah orang-orang inilah yang benar-benar tahu kapasitas dirinya sendiri. Sejarah sudah membuktikan, bahwa bukan orang pintar, kaya, atau beruntung yang akan sukses dalam karirnya. Melainkan orang yang tahu kapasitas dirinya sendiri.
Kalau tahu diri mampu tapi malas, belilah skripsi. Kalau tahu diri bodoh, beli jugalah skripsi. tinggal minta si empunya untuk mengajarimu sampai mengerti. Beres!
Perlu anda ketahui. Banyak sarjana-sarjana pintar yang tak beruntung, yang tak dapat pekerjaan dengan gaji yang layak, hidup berkat diri anda. Dengan ini pula, anda telah membantu negara yang tak kunjung mampu memberikan pekerjaan yang layak bagi warga negaranya.
Wisudawan Hampir D.O
Jika boleh memilih, dari semua wisudawan, ini adalah jenis yang paling fenomenal, kontroversial, dan krusial. Di zaman yang tak lagi mampu mengonstruksi sesuatunya menjadi legenda dan mitos. Ialah yang mampu mengalahkan zaman. Ialah sang legenda hidup! Mitos yang ditakuti dosen.
Sebab jika ada saja yang D.O, tentu akan mencoreng nama lembaga itu sendiri. Maka saat mahasiswa kebanyakan mengejar dosen, ia malah berbalik. Dosen mengejar dirinya! Betapa mengerikannya.
Ialah satu-satunya yang tidak terjebak oleh arus industri wisuda. Ialah penyeimbang bagi mereka yang cepat wisuda. Ialah pengingat bagi lembaga yang lupa mengayomi mahasiwa. Ialah satu-satunya mesias, yang kelak boleh jadi membawa harkat dan martabat negara menjadi bangsa yang besar.
Tak lagi terpengaruh pada wacana politik dunia melainkan menjadi poros yang dikejar-kejar dunia. Sebagaimana yang dicita-citakan oleh bapak bangsa kita, bahwa Indonesia mesi BERDIKARI. Berdiri di Bawah Kaki Sendiri. Meski terancam D.O sekalipun! Maka wahai Wisudawan yang Hampir D.O, berbanggalah. Berbahagialah! Semoga amal dan ibadahmu diterima di sisi rektor, dosen, dan segenap staf lembaga. Amin.
Begitulah saudara-saudara. Memang, banyak hal yang mesti digali kembali mengingat banyaknya wisudawan yang masih berceceran di mana-mana. Jika dijelaskan, mungkin web tatkala.co ini tak cukup mampu menampung semuanya. Dalam kesederhaannya, semoga artikel ini dapat menyadarkan kita, bahwasanya PNS bukan satu-satunya bintang di langit. Masih banyak pekerjaan-pekerjaan, usaha-usaha, tempat-tempat, atau yah... paling sial, janda-janda muda yang bisa dikawini. Betul?
Ah, Semoga saja betul. Kalau tidak, mungkin belum benar saatnya kita untuk wisuda. Hemmm. (T)
BERWISATA atau piknik ke Bali adalah dambaan banyak siswa sekolah. Pulau ini sudah dikenal di seluruh dunia. Bahkan banyak masyarakat dunia yang lebih mengenal Bali ketimbang Indo...
PERBEDAAN pandangan antara pemerintah dan komunitas, terutama komunitas orang muda sering dianggap sebagai persoalan komunikasi. Seolah-olah, jika dialog diperbaiki, maka kesalahp...
PULUHAN pesawat kertas melayang serentak dari atas panggung SD Negeri 1 Ungasan, Badung. Para siswa bersama guru yang berdiri berdampingan melemparkannya ke arah depan, seolah men...
APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era reformasi bukan pada keamanan akan tetapi tidak adanya kepastian hukum. Ada tiga&...
Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih menggema dalam kesadaran kolektif mas...
PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis berdiri di Bali sebelum periode kemerdeka...
“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan, atau perilaku yang dianggap lumrah dalam perg...
JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni adalah bulan kelahiran dan kewafatan Bung...
SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk jenjang S1, S2, S3, profesi,...
“Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya, Made Jembar sedang men...